Dua pebalap muda Indonesia yang tampil di ajang MotoGP 2026, Mario Aji di kelas Moto2 dan Veda Ega Pratama di Moto3, berbagi pandangan mengenai karakter Sirkuit Austin, Texas. Keduanya tengah bersiap menghadapi seri ketiga musim ini yang dikenal menantang. Sirkuit Austin memang memiliki reputasi sebagai salah satu lintasan paling teknis dalam kalender MotoGP. Kombinasi tikungan cepat, perubahan arah, serta kontur lintasan membuat para pebalap dituntut memiliki kemampuan adaptasi yang cepat. Veda mengaku sudah mencoba memahami karakter sirkuit dengan berbagai cara, termasuk melalui simulasi di video game. Namun, dari gambaran yang didapat, lintasan tersebut tidak mudah untuk ditaklukkan. Ilustrasi Veda Ega Pratama di balap Moto3 "Terus juga saya liat race tahun kemarin juga dari kualifikasi banyak juga yang jatuh. Terus saya sempat nanya-nanya juga ke rider lain katanya juga sirkuitnya bergelombang," ujar Veda, kepada wartawan, saat konferensi pers secara daring, Kamis (26/3/2026). Menurut Veda, kondisi lintasan yang tidak rata menjadi tantangan tambahan bagi para pebalap, terutama bagi mereka yang baru pertama kali tampil di Austin. Hal ini membuatnya perlu lebih berhati-hati sejak sesi awal. "Jadi, ya kita lihat besok. Semoga saja saya punya feeling bagus gitu dari hari pertama," kata Veda. Mario Aji. Sementara itu, Mario Aji menilai Sirkuit Austin sebagai salah satu trek yang paling sulit untuk dijinakkan, khususnya bagi pebalap yang masih dalam tahap adaptasi. "Saya ingat di tahun pertama Moto3, Moto2 juga, saya sedikit kesulitan untuk adaptasi, karena pertama, jarak sirkuitnya yang panjang. Terus lebar sirkuit juga cenderung lebih dari sirkuit lainnya, karena selain dibuat balap motor roda dua, sirkuit ini juga terkenal untuk balap roda empat," ujar Mario. Mario menambahkan, meski tergolong teknis, sirkuit ini tetap bisa ditaklukkan jika pebalap mampu menemukan ritme yang tepat. Kunci utamanya adalah memahami titik-titik krusial yang harus diantisipasi. "Jadi, cukup technical, tapi sekalinya menemukan rhythm atau menemukan poin-poin yang tricky yang harus dihindari, saya rasa semua pebalap bisa cepat di sana. Mungkin perlu waktu saja untuk adaptasi," kata Mario. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang