Nama pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, semakin dikenal di kancah balap motor dunia. Penampilannya bersama Honda Team Asia di ajang Moto3 membuat publik Tanah Air menaruh harapan besar kepada rider asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut. Meski mendapat perhatian yang semakin besar dari penggemar balap Indonesia, Veda mengaku tidak ingin terlena dengan popularitas yang datang seiring prestasinya di lintasan. Menurut Veda, target utamanya bukan menjadi terkenal, melainkan berkembang menjadi pebalap papan atas di kejuaraan dunia. Veda Ega Pratama "Rasanya sama saja sih. Senang. Cuma saya engga mikirin, saya perlu bekerja keras lagi. Karena tujuan saya bukan itu (terkenal) saya ingin jadi pebalap (top)," kata Veda kepada Kompas.com, belum lama ini. Meski masih berstatus pendatang baru, Veda beberapa kali mampu menunjukkan kecepatan yang menjanjikan. Ia juga mulai bersaing untuk memperebutkan poin dan posisi di barisan depan. Ekspektasi Penggemar Meningkatnya ekspektasi dari penggemar Indonesia tidak luput dari perhatian Veda. Namun, alih-alih merasa terbebani, ia justru menjadikannya sebagai motivasi tambahan untuk terus berkembang. "Rasanya itu, ya orang berekspektasi untuk yang terbaik kan pasti. Semoga podium,: kata Veda. "Itu membuat saya lebih semangat dan termotivasi, cuma saya juga harus tahu, bahwa saya baru di kelas ini. Beberapa sirkuit juga baru dan saya masih harus banyak belajar," ujarnya. Veda Ega Pratama Veda menyadari bahwa persaingan di Moto3 jauh lebih ketat dibandingkan jenjang balap yang pernah diikutinya sebelumnya. Selain harus beradaptasi dengan motor, ia juga perlu mempelajari karakter berbagai sirkuit yang baru pertama kali dikunjunginya. Meski demikian, Veda tetap memiliki keyakinan tinggi untuk terus berkembang dan meraih hasil terbaik. Baginya, tidak ada yang mustahil selama terus bekerja keras dan memaksimalkan setiap kesempatan yang ada. "Cuma kalau saya bisa, pokoknya tidak ada yang tidak mungkin. Saya selalu melakukan yang terbaik," ujarnya. Veda Ega Pratama Kerja Keras Perjalanan Veda menuju Kejuaraan Dunia Moto3 tidak diraih secara instan. Pebalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu meniti karier dari jenjang pembinaan sejak usia dini. Bakat Veda mulai diasah melalui program Astra Honda Racing School (AHRS). Ia lolos seleksi saat masih berusia 9 tahun dan menjadi salah satu pebalap yang dipersiapkan berkompetisi di level internasional. Kariernya kemudian terus berkembang saat tampil di Asia Talent Cup (ATC). Veda mencetak sejarah dengan menjadi pebalap Indonesia pertama yang meraih gelar juara umum pada musim 2023. Prestasinya berlanjut di Red Bull MotoGP Rookies Cup, salah satu kompetisi pencarian bakat paling bergengsi menuju MotoGP. Rider Astra Honda Motor (AHM), Veda Ega Pratama, mengumandangkan Indonesia Raya pada race pertama Idemitsu Asia Talent Cup seri kedua. Pada musim 2024, Veda berhasil mengakhiri kejuaraan sebagai runner-up, sekaligus menunjukkan kemampuannya bersaing dengan pebalap muda terbaik dunia. Selain itu, Veda juga ditempa melalui FIM JuniorGP World Championship, kejuaraan balap junior Eropa yang selama ini dikenal sebagai jalur utama menuju kelas Grand Prix. Berkat serangkaian hasil positif tersebut, Veda mendapat kesempatan promosi ke Kejuaraan Dunia Moto3 bersama Honda Team Asia. Pada musim debutnya, ia langsung mencatatkan prestasi dengan meraih podium ketiga pada balapan di Sirkuit Goiania, Brasil. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang