Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, tampil konsisten dan bukan sekadar menjadi pelengkap di panggung Moto3 musim 2026.Dari 7 balapan Moto3 yang sudah digelar, Veda membuktikan statusnya sebagai rookie bukan halangan untuk mengacak-ngacak barisan depan.Di luar satu kali kegagalan finis (DNF) akibat kecelakaan di Amerika Serikat, Veda Ega selalu sukses finis di posisi 10 besar, bahkan semuanya 8 besar, pada setiap balapan yang ia selesaikan. Memulai musim di Buriram, Thailand, Veda langsung tancap gas finis di posisi ke-5. Puncaknya terjadi di Interlagos, Brasil, Veda mencetak sejarah baru bagi Indonesia dengan merebut podium ketiga setelah start dari posisi ke-4!Mental juara Veda terlihat saat ia harus menghadapi situasi sulit. Di GP Jerez dan Catalunya, meski harus start dari posisi belakang-bahkan dari grid 21 di Barcelona, Veda secara ajaib mampu merangkak naik, melewati belasan pembalap, dan mengamankan finis di posisi ke-6 dan ke-8.Terakhir di Mugello, Italia, ia kembali finis di urutan ke-8 setelah sempat bertarung sengit memperebutkan posisi terdepan.Berkat konsistensinya ini, Veda Ega bertengger kokoh di peringkat 5 klasemen sementara Moto3 2026 dengan raihan 66 poin.Hebatnya, pebalap Honda Team Asia ini menjadi satu-satunya wakil Asia yang mampu mendobrak dominasi lima besar, bersaing ketat di bawah empat pembalap tangguh asal Spanyol: Maximo Quiles, Alvaro Carpe, Adrian Fernandez, dan Brian Uriarte.Menghadapi kepungan para rival Eropa, Veda tak pernah gentar dan selalu membuktikan mentalitasnya untuk meraih hasil terbaik, bahkan saat harus memulai balapan dari luar posisi 10 besar.Klasemen sementara Rookie Moto3 terbaik, posisi Veda memang digeser oleh kompetitornya, Brian Uriarte. Uriarte, yang di Moto3 Italia kemarin menjadi juara, unggul tipis satu poin di atas Veda.