Lepas L8 resmi hadir di pasar otomotif Indonesia. Model pertama dari merek Lepas ini menyasar konsumen yang menginginkan SUV modern dengan teknologi elektrifikasi terkini. Untuk diketahui, Lepas merupakan sub brand dari Chery. Artinya, merek ini masih satu keluarga dengan Chery dan Jaecoo. Tes Lepas L8 Jakarta-Yogyakarta-Jakarta Pada Desember 2025, saya mendapat kesempatan menjajal Lepas L8 selama beberapa hari melalui rute Jakarta–Yogyakarta–Jakarta dalam program Electrification Journey Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Kompas.com. Kegiatan ini bukan sekadar uji coba biasa. Peserta diberi tantangan untuk mengisi penuh tangki bahan bakar dan hanya diperbolehkan satu kali isi BBM untuk perjalanan Jakarta–Yogyakarta–Jakarta. Namun, pengisian ulang baterai tetap diperbolehkan beberapa kali. Selain melihat apakah mobil mampu menyelesaikan tantangan tersebut, saya juga ingin menguji klaim jarak tempuh mode listrik murninya. Tes Lepas L8 Jakarta-Yogyakarta-Jakarta Secara spesifikasi, Lepas L8 merupakan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), yakni mobil yang menggabungkan mesin pembakaran konvensional dengan motor listrik serta baterai berkapasitas besar yang dapat diisi dari sumber listrik eksternal. Teknologi PHEV dirancang sebagai solusi transisi bagi konsumen yang ingin merasakan sensasi berkendara mobil listrik, tetapi masih khawatir pada jarak tempuh maupun keterbatasan infrastruktur pengisian daya cepat di jalur antarkota. Spesifikasi Sebagai sumber tenaga konvensionalnya, Lepas L8 dibekali mesin bensin 1.500 cc turbo. Kehadiran turbocharger bertujuan menjaga performa tetap optimal ketika daya baterai menipis. Mobil juga dilengkapi baterai berkapasitas 18,4 kWh, yang tergolong besar untuk ukuran mobil hybrid. Tes Lepas L8 Jakarta-Yogyakarta-Jakarta Dengan kapasitas baterai yang besar, Lepas L8 diklaim mampu menempuh jarak sekitar 100 kilometer dalam mode listrik murni (EV Mode). Secara teori, untuk penggunaan harian di dalam kota seperti Jakarta, pemilik bahkan tidak perlu menghabiskan bensin, selama baterai dalam kondisi penuh. Nah, klaim inilah yang ingin saya buktikan. Uji jarak tempuh EV di jalan tol Pengujian dilakukan dua kali dan sebagian besar melalui jalan tol. Tes pertama dimulai dari kantor Kompas Gramedia di Palmerah, Jakarta Barat, menuju Tol Cipali (Cikopo-Palimanan). Lepas L8 Artinya, sebelum masuk tol, mobil masih melewati jalan arteri dengan beberapa titik kemacetan. Saat berangkat, odometer menunjukkan angka 386 km dengan kondisi baterai 90 persen. Sejak awal saya sudah mengaktifkan EV Mode penuh. Perpindahan otomatis ke mode hybrid terjadi ketika sisa baterai mencapai 16 persen, dengan odometer menunjukkan 477 Km. Dengan demikian, jarak tempuh menggunakan mode listrik murni pada tes pertama mencapai 91 Km. Perlu dicatat, selama perjalanan mobil diisi empat orang dewasa beserta barang bawaan pribadi. Gaya berkendara dibuat normal, dengan kecepatan di tol dijaga konstan tidak lebih dari 100 Km per jam. Setelah itu, baterai diisi ulang di rest area KM 102. Tes kedua kemudian dimulai dari KM 102 menuju ke timur yaitu KM 456 Salatiga. Pada awal tes kedua, kondisi baterai berada di angka 98 persen dengan odometer 502 km. Perpindahan ke mode hybrid terjadi saat odometer menyentuh 602 km. Dengan demikian, pada pengujian kedua mobil mampu menempuh sekitar 100 km dalam mode listrik penuh. Namun, perlu dicatat bahwa menjelang akhir saya sempat menurunkan kecepatan hingga sekitar 80 km per jam agar bisa tembus target. Terlepas dari gaya berkendara yang seolah-olah jadi "irit-iritan," hasil pengujian ini tetap sejalan dengan klaim pabrikan terkait jarak tempuh mode listriknya yang dapat mencapai hingga 100 km. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang