Upaya meningkatkan keselamatan penumpang terus dilakukan oleh PT Transportasi Jakarta. Salah satunya dengan melengkapi bus dengan teknologi pemantauan pramudi berbasis kecerdasan buatan yang mampu mendeteksi potensi risiko selama perjalanan. Melalui platform SYNTRA yang terintegrasi dengan Advanced Driver Assistance System – Driver Monitoring System (ADAS-DMS), teknologi ini membantu memantau kondisi pengemudi secara real-time. Sistem tersebut dirancang untuk mendeteksi berbagai potensi gangguan saat berkendara, seperti kelelahan, distraksi, hingga indikasi microsleep pada pramudi. Melalui platform SYNTRA yang terintegrasi dengan Advanced Driver Assistance System ? Driver Monitoring System (ADAS-DMS), teknologi ini membantu memantau kondisi pengemudi Transjakarta secara real-time. Apabila sistem mendeteksi adanya potensi gangguan konsentrasi atau kelelahan, peringatan akan langsung diberikan kepada pramudi. Selain itu, notifikasi juga dikirimkan ke pusat kontrol operasional agar langkah mitigasi dapat segera dilakukan. Saat ini, sekitar 2.000 armada bus Transjakarta telah dilengkapi dengan teknologi ADAS-DMS. Sementara dari total lebih dari 5.000 armada yang beroperasi, sekitar 3.000 unit lainnya akan dilengkapi secara bertahap. Bagian depan bus Transjakarta bertabrakan di Koridor 13 Cipulir, Jakarta Selatan, Senin (23/2/2026) pagi, hancur. Direktur Pelayanan dan Teknologi Informasi PT Transportasi Jakarta, Raditya Rusdi, mengatakan pihaknya menargetkan percepatan implementasi teknologi tersebut pada tahun ini agar dapat digunakan lebih luas di seluruh armada. “Sekitar 2.000 armada telah dilengkapi teknologi tersebut, dan tahun ini kami akan mempercepat implementasinya ke seluruh armada tahun ini,” ujar Raditya, dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3/2026). “Di saat yang sama, kami juga sedang melakukan trial teknologi pendeteksi pola tidur dan tingkat stres pramudi agar langkah pencegahan bisa dilakukan lebih dini, bahkan sebelum pramudi mulai bertugas,” kata dia. Sejumlah penumpang menunggu bus TransJakarta di Halte Jaga Jakarta, kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2025). Selain pemantauan saat bus beroperasi, Transjakarta juga tengah menguji teknologi yang mampu mendeteksi pola tidur serta tingkat stres pengemudi. Langkah ini diharapkan dapat membantu operator mengambil tindakan pencegahan sebelum pengemudi menjalankan tugasnya. Menurut Raditya, pemanfaatan teknologi tersebut merupakan bagian dari transformasi digital dalam sistem operasional Transjakarta. Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pengembangan layanan transportasi publik. Terminal Senen, lokasi pemberhentian bus Transjakarta dekat Stasiun Pasar Senen, Senin (1/12/2025). “Keselamatan pelanggan adalah harga mati bagi Transjakarta. Kami memperkuatnya dengan teknologi melalui SYNTRA yang sudah terintegrasi dengan ADAS-DMS untuk membantu mendeteksi kelelahan dan potensi microsleep pada pramudi secara real-time,” ujarnya. Ia menambahkan, inisiatif ini juga diarahkan untuk memperkuat langkah pencegahan dalam operasional transportasi publik. “Melalui penguatan sistem yang bersifat real-time sekaligus preventif ini, Transjakarta berharap dapat terus meningkatkan standar keselamatan transportasi publik dan menghadirkan layanan yang semakin aman, andal, dan responsif bagi seluruh pelanggan,” ucap Raditya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang