Pemerintah Thailand menyiapkan anggaran 24 miliar baht atau sekitar 714 juta dollar AS (Rp 11,6 triliun) untuk mempercepat penggantian kendaraan tua menjadi kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Program tersebut ditargetkan mencakup hingga 80.000 kendaraan sekaligus mendorong pemulihan industri otomotif yang tengah melambat. Mengutip Reuters, skema ini semula hanya ditujukan bagi kendaraan angkutan umum dan komersial. Namun, pemerintah kini mengkaji perluasan program agar seluruh kategori dapat memperoleh insentif serupa. Kendaraan bermotor mengantre di sebuah SPBU Caltex di provinsi Chiang Rai, Thailand utara, Selasa (17/3/2026), menyusul gangguan impor minyak yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah. Dari ibu kota Bangkok hingga Chiang Rai di ujung utara negara itu, para pengemudi dan pengendara di Thailand mengantre untuk mendapatkan BBM kelangkaan semakin memburuk dan potensi kenaikan harga. Wakil Menteri Perhubungan Thailand Siripong Angkasakulkiat mengatakan, proposal yang diajukan pada Juni lalu berfokus pada konversi taksi, ojek, tuk-tuk, bus, dan truk menjadi kendaraan listrik. "Kami sedang mempertimbangkan apakah bantuan tersebut perlu diperluas ke semua kategori kendaraan, bukan hanya kendaraan untuk transportasi," ujar Siripong, Kamis (23/7/2026). Rencana tersebut menguat setelah Mahkamah Konstitusi Thailand menyatakan skema utang darurat pemerintah senilai 400 miliar baht atau sekitar 11,9 miliar dollar AS sah secara hukum sehingga membuka ruang bagi pemerintah untuk meningkatkan belanja. Subsidi hingga Kredit Murah Pemerintah masih membahas bentuk insentif yang akan diberikan, mulai dari subsidi pembelian, pinjaman berbunga rendah, hingga insentif pajak bagi kendaraan yang memenuhi syarat untuk diganti. Program ini juga diharapkan dapat mengangkat kembali industri otomotif Thailand. Pada 2024, penjualan mobil domestik negara tersebut turun ke level terendah dalam 15 tahun akibat tingginya utang rumah tangga dan ketatnya persyaratan kredit, terutama di segmen pikap. Data Federation of Thai Industries (FTI) mencatat penjualan mobil domestik Thailand sepanjang 2025 mencapai 621.166 unit, termasuk 120.301 mobil penumpang listrik. Sementara penjualan sepeda motor mencapai sekitar 1,7 juta unit. proses produksi ban Bridgestone di Thailand Industri Dorong EV Buatan Lokal Pelaku industri meminta agar insentif difokuskan pada kendaraan listrik yang diproduksi di Thailand dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi. Juru bicara Automotive Industry Club di bawah FTI, Surapong Paisitpattanapong, menilai langkah tersebut akan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar. "Semakin banyak produksi kendaraan listrik di dalam negeri berarti semakin banyak lapangan kerja, pendapatan yang lebih tinggi, dan penerimaan pajak yang lebih besar. Ini menjadi situasi yang menguntungkan bagi pelaku usaha, konsumen, maupun pemerintah," ujarnya. Wakil Presiden Electric Vehicle Association of Thailand Siamnat Panassorn juga mendorong agar program hanya berlaku bagi EV produksi lokal. Selain itu, pemerintah diminta memprioritaskan elektrifikasi sepeda motor dan bus umum yang memiliki tingkat emisi lebih tinggi. Siripong menambahkan, pemerintah menargetkan kebijakan tersebut diluncurkan tahun ini, sementara rincian program diperkirakan rampung dalam sekitar satu bulan. "Tujuannya adalah mempercepat adopsi kendaraan listrik di semua kategori sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat melalui teknologi yang lebih bersih dan aman," katanya. Taksi dan Pikap jadi Prioritas Salah satu skema yang sedang dikaji ialah bantuan pembiayaan bagi pengemudi taksi yang wajib mengganti armada berusia 10 tahun mulai tahun depan. Melalui skema tersebut, cicilan harian kendaraan listrik diperkirakan turun menjadi sekitar 500 baht dari sebelumnya 700 baht per hari selama lima tahun. Menteri Keuangan Thailand Ekniti Nitithanprapas mengatakan program itu juga mencakup pembelian kendaraan baru, penggantian pikap menjadi kendaraan listrik, serta peralihan ke kendaraan berbahan bakar biodiesel B20 melalui kombinasi subsidi dan pinjaman berbunga rendah. Segmen pikap sendiri memiliki peran strategis bagi industri otomotif Thailand dengan menyumbang lebih dari 60 persen total produksi kendaraan roda empat atau lebih, sehingga jadi tulang punggung industri komponen dan manufaktur otomotif mereka.