Kusumawijaya asal Jakarta Barat, punya cara unik menikmati mobil listrik Chery J6 miliknya. Mobil yang diberi nama “The Helios” tersebut, bisa mengisi daya sendiri tanpa bergantung pada SPKLU atau colokan listrik rumah. Hal tersebut berkat modifikasi panel surya di bagian atap. Mobil ini mampu menambah jarak tempuh dan menyimpan energi lebih banyak hanya dengan tenaga matahari. “Jadi mobil ini saya pasang panel surya di bagian atas. Tujuannya supaya kalau kita lagi jalan jauh dan butuh tenaga tambahan, bisa memanfaatkan energi dari matahari,” ujar Kusumawijaya di Bogor (8/11/2025). Berkat modifikasi panel surya di atap, Chery J6 ini mampu menambah jarak tempuh dan menyimpan energi lebih banyak. “Panel surya ini menyimpan energi ke baterai tambahan yang saya pasang di bagian belakang mobil,” kata dia. Menurutnya, sistem tenaga tambahan ini menggunakan panel surya berkapasitas 450 watt peak (WP) yang terhubung ke baterai lithium eksternal berkapasitas 10,2 kWh. Baterai tambahan tersebut diisi melalui inverter 6.000 watt, yang memungkinkan energi dari matahari disalurkan dengan stabil. Berkat modifikasi panel surya di atap, Chery J6 ini mampu menambah jarak tempuh dan menyimpan energi lebih banyak. “Masih ada baterai bawaan pabrikan, tapi saya tambahkan baterai eksternal. Jadi ada dua sistem,” ucap Kusumawijaya. Baterai eksternal ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber daya cadangan, tapi juga untuk menunjang seluruh perangkat kelistrikan di mobil, termasuk lampu, kulkas, dan peralatan tambahan lainnya. “Semua lampu-lampu penerangan di mobil ini mengambil daya dari baterai tambahan yang diisi panel surya. Jadi baterai utama mobil, yang dipakai untuk dapur pacu, tidak terbebani,” katanya. Berkat modifikasi panel surya di atap, Chery J6 ini mampu menambah jarak tempuh dan menyimpan energi lebih banyak. Dengan kombinasi sistem tersebut, energi dari panel surya bisa menambah sekitar 15–20 persen daya baterai utama, meningkatkan jarak tempuh dari standar 418 km menjadi lebih dari 500 km per pengisian penuh. Meski begitu, pengisian langsung dari panel surya ke baterai tambahan memakan waktu sekitar empat hingga lima hari dalam kondisi sinar matahari optimal. Menariknya, meski sudah dimodifikasi cukup kompleks, fitur bawaan Vehicle to Load (V2L) milik Chery J6 tetap bisa berfungsi normal. Berkat modifikasi panel surya di atap, Chery J6 ini mampu menambah jarak tempuh dan menyimpan energi lebih banyak. “(Fitur V2L) masih bisa, karena sistem tambahan ini berdiri sendiri, jadi tidak mengganggu port V2L bawaan mobil. Bahkan kalau pakai sistem panel surya ini, saya tidak perlu lagi pakai V2L untuk kebutuhan daya tambahan,” ujarnya. Kusumawijaya mengatakan, konsep yang diusung “The Helios” ini disebut eco overlanding — gaya modifikasi yang memadukan mobilitas jarak jauh dengan sumber daya energi terbarukan. Tak hanya soal efisiensi, tapi juga tentang kemandirian energi. Kusumawijaya menambahkan, beragam perlengkapan tambahan seperti side tent, kulkas, fog light, roof light, side step LED, hingga projie lamp yang semuanya terhubung melalui aplikasi khusus dan bisa dikontrol lewat voice recognition di head unit. Berkat modifikasi panel surya di atap, Chery J6 ini mampu menambah jarak tempuh dan menyimpan energi lebih banyak. Dari sisi tampilan, mobil listrik ini juga tampil lebih gagah. Bumper custom berbahan besi menambah kesan tangguh sekaligus memberi proteksi ekstra saat digunakan di medan berat. “Saya sudah coba beberapa kali buat camping, salah satunya ke Cikole. Aman-aman saja. Mobilnya enteng, apalagi ini sudah AWD,” ucap dia. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.