PT Piaggio Indonesia tengah melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap portofolio produknya di pasar tanah air. Pabrikan motor ikonik asal Italia ini memilih fokus membenahi sektor performa dengan menaikkan kubikasi mesin hampir di seluruh lini produknya. Langkah ini terbilang berani. Model entry level seperti Vespa LX naik kelas dari 125 cc menjadi 150 cc. Sementara itu, model populer seperti Sprint dan Primavera yang sebelumnya menggendong mesin 150 cc kini mendongkrak kapasitasnya menjadi 180 cc. Tidak berhenti di situ, keluarga besar GTS pun tak luput dari perombakan. Varian GTS 150 dipastikan tidak lagi dijual, digantikan oleh GTS 250. Sedangkan varian kasta tertinggi, GTS 300, juga mulai dibatasi penjualannya dan perlahan akan dihentikan. Test ride Vespa Sprint dan Primavera 180 Ayu Hapsari, PR & Communication Manager PT Piaggio Indonesia mengatakan, perubahan ini tidak boleh dilihat secara parsial per model saja, melainkan sebagai satu kesatuan strategi portofolio yang utuh. "Jangan melihatnya dari (GTS) 300 ke 250 saja. Kita melihatnya juga dari 150 sudah kita naikin ke 250. Dari LX kita naikin 125 ke 150, dari Sprint Primavera dari 150 kita naikin ke 180. Jadi melihatnya itu jangan tipe per tipe, karena sebenarnya kita memberikan pilihan," ujar Ayu saat ditemui di Jakarta belum lama ini. Menghindari "Jomplang" dan Siasat PPnBM Keputusan menyuntik mati GTS 150 sendiri didasari oleh logika portofolio produk agar tidak saling bertabrakan. Jika Sprint dan Primavera sudah naik kelas menggunakan mesin 180 cc, akan terasa janggal jika seri GTS yang diposisikan lebih premium justru masih mengusung mesin 150 cc. "Kalau misalnya GTS kita pertahankan 150, sementara core produk seperti Sprint dan Primavera sudah 180 cc, kan agak jomplang ya. Portfolionya agak aneh. Jadi pasti (GTS 150) akan di-phase out," kata Ayu. Vespa GTS Super Tech 250 Selain menyeimbangkan kasta produk, pergeseran fokus GTS ke mesin 250 cc dinilai sebagai strategi cerdik Piaggio Indonesia dalam menyiasati regulasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) di Indonesia. Berdasarkan regulasi yang berlaku, sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc dikenakan tarif PPnBM yang sangat tinggi, yakni mencapai 60 persen. Hal inilah yang membuat harga Vespa GTS 300 melambung tinggi hingga menyentuh angka Rp 170 jutaan di pasar Indonesia. Dengan menghadirkan GTS 250 yang dibanderol di kisaran Rp 97 juta, Piaggio berhasil memangkas harga jual hingga sekitar Rp 70 jutaan dibanding varian 300 cc, tanpa mengurangi sensasi berkendara kelas big scooter secara signifikan. Langkah ini jelas menjadi angin segar bagi para pencinta Vespa bongsor di Indonesia yang menginginkan motor premium dengan harga yang jauh lebih masuk akal dan accessible. "Sebenarnya kita berusaha untuk bikin bagaimana produk kita tuh bisa lebih diakses saja sih oleh konsumen," ucap Ayu. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang