Denza menambah pilihan varian untuk MPV plug-in hybrid (PHEV) D9 di pasar China. Varian baru bernama Flash Charging Luxury Variant ini dipasarkan dengan harga 329.800 yuan atau sekitar 870 juta. Mengutip dari Carnewschina, Sabtu (18/7/2026), varian baru ini masih mengusung sistem plug-in hybrid penggerak empat roda (AWD) bermotor ganda, baterai Blade generasi kedua, serta perangkat bantuan mengemudi berbasis LiDAR. Harga Lebih Terjangkau Denza D9 generasi kedua pertama kali meluncur pada April 2026 dengan enam pilihan varian. Saat itu, harga yang ditawarkan berkisar antara 359.800 yuan hingga 459.800 yuan atau sekitar Rp 949 juta sampai Rp 1,2 miliar. Kehadiran Flash Charging Luxury Variant membuat lini D9 kini memiliki opsi dengan harga yang lebih terjangkau dengan menawarkan spesifikasi yang lebih sederhana dengan harga lebih kompetitif. Mesin 1.500 cc Turbo Denza D9 Flash Charging Luxury Variant tetap mengandalkan mesin bensin 1.500 cc turbo yang dipadukan dengan dua motor listrik. Motor listrik depan menghasilkan tenaga 200 kW, sedangkan motor belakang memiliki tenaga 45 kW. Adapun mesin bensinnya mampu menghasilkan tenaga 115 kW dengan torsi 225 Nm. Seluruh tenaga tersebut disalurkan melalui sistem penggerak empat roda (AWD). Mobil ini menggunakan baterai Blade generasi kedua berkapasitas 58,5 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 350 kilometer dalam mode listrik murni berdasarkan pengujian CLTC. Sementara itu, jarak tempuh gabungan antara mesin bensin dan motor listrik diklaim mencapai 1.480 kilometer. Denza D9 Pengisian Daya Diklaim 9 Menit Varian terbaru ini juga tetap dibekali teknologi Flash Charging dengan arsitektur direct-drive dual-gun supercharging. Denza mengklaim sistem tersebut mampu menyelesaikan satu siklus pengisian daya penuh dalam waktu sekitar sembilan menit pada kondisi pengujian perusahaan. Pada suhu ekstrem hingga minus 30 derajat Celcius, waktu pengisian disebut hanya bertambah sekitar tiga menit. Meski demikian, penggunaan daya pengisian yang sangat tinggi membutuhkan pengelolaan arus listrik dan panas baterai yang lebih kompleks. Hingga saat ini, dampak pengisian daya berulang dengan daya tinggi terhadap umur baterai dalam jangka panjang masih belum diketahui. Fitur Kabin Dikurangi Untuk menekan harga jual, Denza memangkas sejumlah fitur kenyamanan di dalam kabin. Beberapa fitur yang dihilangkan antara lain head-up display, layar hiburan penumpang depan berukuran 15,6 inci, sistem pewangi kabin, serta trim interior berbahan kayu asli. Selain itu, pengaturan lumbar dan fitur pijat pada kursi penumpang depan juga dihilangkan. Sementara kursi baris kedua tidak lagi dilengkapi fitur pemanas dan ventilasi. Pada sektor kaki-kaki, mobil ini masih menggunakan sistem DiSus-C Intelligent Damping Body Control System. Namun, varian ini tidak lagi dibekali komponen spesifikasi lebih tinggi seperti dual-valve mechanical hardware, sensor pembaca kondisi jalan, serta fitur iCVC intelligent control. Secara dimensi, Denza D9 tetap memiliki panjang 5.250 mm, lebar 1.960 mm, tinggi 1.900 mm, dan jarak sumbu roda 3.110 mm. ADAS Tetap Lengkap Meski sejumlah fitur kabin dipangkas, perangkat keselamatan dan bantuan mengemudi tetap dipertahankan. Denza D9 Flash Charging Luxury Variant masih dilengkapi satu sensor LiDAR di atap, tiga radar gelombang milimeter 4D, 11 kamera, dan 12 sensor ultrasonik. Seluruh perangkat tersebut menjadi bagian dari sistem God's Eye 5.0 Intelligent Driving Assistance System, sama seperti yang digunakan pada varian D9 lainnya. Produk BYD yang diprediksi merupakan Denza D9 PHEV Berpeluang Masuk Indonesia Hingga saat ini, Denza D9 PHEV memang belum dipasarkan di Indonesia. Namun, PT BYD Motor Indonesia sebelumnya sudah memberi sinyal bahwa model tersebut memiliki peluang untuk dibawa ke pasar domestik. Head of PR and Government Relation PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan, banyak konsumen yang menantikan kehadiran model baru BYD, terutama dari lini plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). "Tentunya banyak yang mengharapkan kami membawa produk-produk baru lagi ke tanah air, khususnya ada yang berpendapat untuk line-up PHEV. Itu sangat mungkin untuk dibawa ke Indonesia," kata Luther, belum lama ini. "Namun kami perlu memastikan beberapa hal terlebih dahulu," lanjut dia. Luther menjelaskan, ada dua faktor yang masih menjadi pertimbangan perusahaan sebelum menghadirkan Denza D9 PHEV ke Indonesia. Pertama, dari sisi produk, BYD masih melihat potensi pasar serta tingkat persaingan di segmen MPV premium. Kedua, perusahaan juga mencermati regulasi yang berlaku di Indonesia. "Saat ini di Indonesia PHEV masih tergolong hybrid umum, tidak seperti di luar PHEV juga tergolong EV (NEV). Mudah-mudahan kami bisa segera merampungkan rencana produknya sambil memantau kebijakan yang akan berlaku," kata Luther. Desain Sudah Terdaftar di Indonesia Sinyal kehadiran Denza D9 PHEV juga semakin kuat setelah desain mobil tersebut didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Berdasarkan Berita Resmi Desain Industri Nomor 27/DI/2025 yang terbit pada April 2025, BYD Company Limited yang beralamat di Shenzhen, China, mengajukan desain industri dengan nomor permohonan A00202502079. Secara tampilan, desain yang didaftarkan memang mirip dengan Denza D9 EV yang sudah dipasarkan di Indonesia. Namun, terdapat perbedaan pada bagian depan berupa gril horizontal dengan desain lebih sederhana yang menjadi ciri khas varian PHEV. Jika benar dipasarkan di Indonesia, Denza D9 PHEV berpotensi meramaikan segmen MPV premium ramah lingkungan dan menjadi rival bagi Toyota Alphard Hybrid maupun Lexus LM.