Kehadiran Vespa GTS 250 di pasar Indonesia dengan banderol Rp 97 juta tidak hanya menarik perhatian para pencinta skutik bongsor premium. Langkah strategis PT Piaggio Indonesia ini secara langsung berdampak pada peta portofolio produk mereka, khususnya nasib varian GTS 150 dan kasta tertinggi GTS 300. Dengan rentang harga dan spesifikasi yang kini berubah, banyak calon konsumen yang bertanya-tanya apakah varian mesin 150 cc dan 300 cc pada keluarga GTS akan tetap dipertahankan atau justru disuntik mati. Vespa GTS 150 dan 300 terbaru meluncur di Indonesia, (26/9/2017). Menjawab hal ini, PR & Communication Manager PT Piaggio Indonesia, Ayu Hapsari, memberikan sinyal kuat bahwa restrukturisasi produk memang tidak bisa dihindari demi menjaga keseimbangan kasta produk Vespa. GTS 150 Terancam "Jomplang" Untuk varian GTS 150, posisinya kini menjadi sangat tanggung. Hal ini tidak lepas dari keputusan Piaggio yang menaikkan kapasitas mesin lini core mereka, yakni Vespa Sprint dan Primavera, dari 150 cc menjadi 180 cc. Ayu menjelaskan, jika kelas Sprint dan Primavera yang secara kasta berada di bawah GTS sudah mengusung mesin 180 cc, maka sangat tidak logis jika varian GTS yang diposisikan lebih premium tetap menggendong mesin 150 cc. Vespa GTS Super Tech 300 HPE ABS warna Grey Delicato "Kalau sekarang kita masih jual, cuma tergantung stok. Karena kalau misalnya GTS kita pertahankan 150, sementara Sprint dan Primavera sudah 180 (cc) kan agak jomplang ya, portofolionya agak aneh," ujar Ayu saat ditemui di Jakarta, Selasa (26/5/2026). Oleh karena itu, GTS 150 dipastikan akan perlahan dihentikan penjualannya, digantikan sepenuhnya oleh GTS 250 sebagai titik masuk baru untuk keluarga Vespa berbadan bongsor ini. GTS 300 Mulai Dibatasi, Terbentur Harga Sementara itu, nasib berbeda dialami oleh varian kasta tertinggi, GTS 300. Model yang terkenal dengan performa buasnya ini harus realistis menghadapi kenyataan pasar akibat benturan regulasi pajak barang mewah (PPnBM) di Indonesia untuk mesin di atas 250 cc. Harga GTS 300 yang menyentuh angka Rp 170 jutaan dirasa terlampau jauh jaraknya jika dibandingkan dengan GTS 250 yang hanya dibanderol Rp 97 juta. Padahal, secara spesifikasi dan sensasi berkendara, perbedaan keduanya tidak terlampau masif untuk penggunaan harian. Ayu mengonfirmasi bahwa pasokan untuk GTS 300 sudah mulai dihentikan secara bertahap. Konsumen yang masih menginginkan varian bermesin besar ini hanya bisa mengandalkan sisa stok yang ada di diler-diler resmi. "Yang 300 sudah stop. Masih ada selama barang yang masih ada di diler grup. Kalau sudah enggak ada, berarti sudah enggak ada. Kita lihat ke depannya kayak gimana dulu," ungkap Ayu. Dengan dinamika ini, lini Vespa GTS di Indonesia tampaknya akan fokus sepenuhnya pada mesin 250 cc di masa mendatang. Langkah ini dinilai sebagai jalan tengah terbaik untuk memberikan motor berspesifikasi tinggi dengan harga yang jauh lebih masuk akal bagi konsumen Indonesia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang