Motocross identik dengan sepeda motor yang melaju kencang di lintasan tanah, melompati gundukan, dan beradu cepat di tikungan. Motocross membutuhkan kemampuan fisik, teknik, serta keberanian tinggi. Pebalap tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga harus mampu mengendalikan motor ketika melibas permukaan tanah yang berubah-ubah. Dilansir dari redbull, motocross yang dikenal saat ini memiliki sejarah panjang yang bermula dari ajang balap motor di Inggris pada awal abad ke-20. Dari perlombaan sederhana di lintasan berlumpur, motocross kemudian berkembang menjadi olahraga global dengan teknologi sepeda motor yang semakin canggih. Perjalanan tersebut juga ditandai dengan sejumlah perubahan besar, mulai dari era motor dua-tak pada 1960-an dan 1970-an hingga dominasi mesin empat-tak pada era modern. Panggung musik kegiatan penutup event motocross Lombok-Sumbawa di eks Bandara Selaparang Mataram, Minggu (26/11/2023) "Scrambles" di Inggris Sejarah motocross dapat ditelusuri ke Inggris pada awal 1900-an. Saat itu, sejumlah klub otomotif menggelar perlombaan time trial. Peserta berlomba mencatat waktu tercepat, tetapi kemudian konsep tersebut berkembang menjadi perlombaan di medan off-road yang dikenal dengan nama "Scrambles". Balapan Scrambles resmi pertama untuk motor tercatat berlangsung pada 1924. Pada masa tersebut, lintasan tentu belum seperti sirkuit motocross modern. Perlombaan berlangsung di medan terbuka dengan tanah, lumpur, dan berbagai kondisi alam sebagai tantangan. Seiring berjalannya waktu, sepeda motor menjadi lebih bertenaga. Teknologi ban juga berkembang sehingga kemampuan motor melibas medan tanah semakin baik. Dari sinilah format balap off-road tersebut perlahan berkembang menjadi motocross. Inggris memang menjadi salah satu tempat kelahiran motocross. Namun, perkembangan olahraga ini kemudian semakin pesat setelah menyeberang ke Amerika Serikat. Gaya menikung di motocross Berkembang di Amerika Serikat Motocross sebenarnya sudah mendapat pengakuan dari American Motorcyclist Association (AMA) sejak 1959. Namun, perkembangan olahraga tersebut di Amerika Serikat tidak terlepas dari peran Edison Dye. Dye bekerja untuk produsen sepeda motor Husqvarna. Tujuan awalnya bukan semata-mata mengembangkan olahraga motocross, tetapi juga memperkenalkan sepeda motor Husqvarna yang ringan kepada konsumen Amerika Serikat. Motocross Eropa memiliki karakter berbeda dibandingkan Scrambles yang berkembang sebelumnya. Para pebalap mulai mengandalkan teknik dan kemampuan fisik untuk mengendalikan motor di lintasan yang semakin menantang. Pada Februari 1966, Dye memperkenalkan kemampuan motor dua-tak dalam sebuah balapan gurun di Imperial Valley, California. Motor dua-tak yang ringan dan bertenaga tersebut mampu menunjukkan performa yang menarik perhatian penonton. Pada akhir tahun yang sama, Dye membawa juara dunia asal Swedia, Torsten Hallman, ke Amerika Serikat. Hallman tampil dominan dan mampu mengalahkan para pebalap lokal. Penonton pun semakin tertarik dengan motocross. Logo ?One Heart? dan ?Satu Hati? terdapat di jersey dan juga Honda CRF450R yang menjadi tunggangan dari juara dunia motocross 5 kali (1 kali di MX2 dan 4 kali di MXGP) yaitu Tim Gajser dan rekan setimnya Ruben Fernandez. Era Keemasan Perkembangan motocross di Amerika Serikat semakin pesat pada 1970-an. Sebelumnya, AMA hanya memberikan sanksi untuk sekitar 15 perlombaan motocross di seluruh Amerika Serikat. Namun, memasuki era 1970-an, jumlah perlombaan meningkat drastis. Ratusan balapan mulai digelar setiap tahun. Periode ini kemudian dikenal sebagai "Era Keemasan Motocross Amerika Serikat". Motocross tidak lagi hanya menjadi olahraga bagi kelompok tertentu. Olahraga tersebut mulai berkembang dan dapat diikuti oleh berbagai kelompok usia serta pebalap dengan tingkat kemampuan berbeda. California Selatan menjadi salah satu pusat perkembangan motocross. Dari Amerika Serikat, motocross kemudian berkembang menjadi industri olahraga yang besar dan melahirkan berbagai cabang lain. Salah satunya adalah Supercross, yaitu balap sepeda motor off-road yang menggunakan lintasan buatan dengan berbagai rintangan dan umumnya digelar di dalam atau sekitar arena. Selain Supercross, berkembang pula freestyle motocross (FMX), ATV, dan SuperMoto. Ducati akan memasuki segmen motocross dengan kehadiran Borgo Panigale Masuk Era Modern Memasuki era 1990-an hingga 2000-an, motocross kembali mengalami perubahan besar. Olahraga ini semakin dekat dengan budaya extreme sports. Gaya hidup, musik, serta aksi ekstrem mulai menjadi bagian dari identitas motocross. Sejumlah pebalap seperti Mike LaRocco, Jeremy McGrath, dan Ricky Carmichael menjadi nama besar pada periode tersebut. Setelah itu muncul generasi seperti Travis Pastrana dan James "Bubba" Stewart Jr. Mereka tidak hanya memiliki kemampuan balap tinggi, tetapi juga dikenal dengan aksi seperti backflip dan whip. Pada periode yang sama, mesin empat-tak mulai mengambil peran yang semakin besar dalam motocross. Perubahan dari mesin dua-tak menuju empat-tak membawa karakter baru dalam olahraga ini. Mesin empat-tak menawarkan karakter tenaga dan torsi yang berbeda serta terus berkembang dari sisi teknologi. Hasilnya, sepeda motor motocross modern menjadi jauh lebih canggih dibandingkan motor yang digunakan pada masa awal olahraga tersebut.