QJMotor SRK 800 RR menjadi salah satu motor sport flagship yang menarik perhatian di Indonesia. Bermesin 778 cc empat silinder segaris dan dibanderol sekitar Rp 260 jutaan, motor ini menawarkan paket moge dengan harga relatif terjangkau. Secara desain, SRK 800 RR tampil agresif dengan fairing besar, winglet di sisi depan, serta lampu LED dengan empat proyektor. Dimensinya terlihat bongsor, namun justru memberi kesan moge sport tulen. Dari sisi spesifikasi, motor ini punya tenaga sekitar 120 TK dan torsi 74 Nm. Fitur yang dibawa juga cukup lengkap, mulai dari throttle by wire, riding mode, traction control, ABS yang bisa dinonaktifkan, hingga panel TFT dengan TPMS. QJMotor SRK 800 RR Lalu, bagaimana rasanya dipakai harian di jalan padat? Impresi pertama saat duduk, dengan tinggi badan saya di 178 cm, kaki masih bisa menapak sempurna ke aspal. Posisi tangan memang mengharuskan badan sedikit membungkuk agar rileks, karena jika terlalu tegak, saya merasakan ada tekanan di bahu. Bisa dibilang, posisi berkendara SRK 800 RR saya katakan cukup ramah untuk ukuran motor sport. Hal ini membuat saya lebih percaya diri, terutama saat melaju pelan di kemacetan. QJMotor SRK 800 RR Saat mesin dinyalakan, suaranya halus dan getaran yang minim. Namun ketika gas diputar, suara khas empat silinder langsung terdengar, lengkap dengan raungan yang menyenangkan. Knalpot standar juga tergolong cukup keras suaranya, tapi masih nyaman didengar. Bahkan saat deselerasi, sesekali muncul letupan kecil yang menambah sensasi berkendara. Untuk penggunaan santai, respons mesin di mode Normal sudah terasa sigap. Jika ingin lebih agresif, mode Sport memberikan dorongan tenaga yang lebih galak saat gas dipelintir. QJMotor SRK 800 RR Karakter mesin overstroke membuat tenaga sudah terasa sejak putaran bawah. Jadi saat digunakan di kecepatan rendah dengan gigi tiga atau empat, motor tetap halus tanpa gejala mengeden. Sayang, unit yang dijual di Indonesia belum dilengkapi quick shifter. Padahal fitur ini bisa menambah keseruan saat perpindahan gigi. Soal panas mesin, saat saya gunakan dari Jakarta ke Bogor masih dalam batas wajar. Indikator suhu tetap normal dan panas mesin terasa merata di kedua sisi kaki, tanpa terlalu mengganggu. QJMotor SRK 800 RR Namun untuk pemakaian harian, posisi berkendara yang agresif tetap punya konsekuensi. Bagian punggung bawah dan bahu saya terasa pegal setelah berkendara dalam waktu lama. Dari sisi manuver, motor ini masih cukup mudah dikendalikan. Hanya saja, dimensi lebar akibat winglet membuat pengendara harus lebih hati-hati saat menyelip di kemacetan. Untuk pengereman, performanya sangat baik. Cakram ganda di depan dengan kaliper Brembo terasa pakem, sementara rem belakang juga mudah dikontrol untuk kebutuhan harian. QJMotor SRK 800 RR Suspensinya pun bisa disetel, baik depan maupun belakang. Pengendara bisa menyesuaikan karakter bantingan sesuai kebutuhan, apakah ingin lebih nyaman atau lebih kaku. Secara keseluruhan, SRK 800 RR tetap menawarkan sensasi motor sport flagship. Tenaga besar, suara mesin empat silinder, serta fitur lengkap jadi daya tarik, dengan kompromi pada kenyamanan saat dipakai harian dalam waktu lama. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang