Minat konsumen terhadap layanan mobil berbasis langganan mulai terlihat di Indonesia. Hal ini tercermin dari jumlah pelanggan Hyundai Ioniq 5 dalam program Hyundai Subscribe. Layanan tersebut memungkinkan konsumen menggunakan mobil Hyundai dengan sistem pembayaran bulanan tanpa harus membelinya secara langsung. Head of Hyundai Solusi Mobilitas Hyundai Motors Indonesia Wahyu Seto mengatakan, dalam waktu relatif singkat jumlah pelanggan untuk model tersebut sudah cukup signifikan. “Dalam waktu rentang satu bulan, untuk Ioniq 5 saja kami mendapatkan lebih dari 50 pelanggan,” kata Seto, Rabu (11/3/2026). Menurut dia, angka tersebut menunjukkan bahwa skema penggunaan mobil berbasis langganan mulai dilirik oleh konsumen di Indonesia, termasuk untuk kendaraan listrik. Ioniq 5 merupakan salah satu mobil listrik andalan Hyundai yang dipasarkan di Indonesia. Sebagai gambaran, Hyundai Ioniq 5 saat ini dipasarkan di Indonesia dengan harga sekitar Rp 700 jutaan hingga Rp 800 jutaan (OTR Jakarta), tergantung varian. Sementara itu, biaya layanan Hyundai Subscribe untuk Ioniq 5 ditawarkan mulai sekitar Rp 15 juta per bulan, tergantung varian kendaraan dan durasi kontrak yang dipilih. Hyundai IONIQ 5 di IIMS 2026 Hyundai Ioniq 5 dikembangkan di atas platform Electric-Global Modular Platform (E-GMP) yang memang dirancang khusus untuk kendaraan listrik. Dari sisi performa, Ioniq 5 tersedia dalam beberapa pilihan baterai dengan kapasitas hingga sekitar 72,6 kWh dan mampu menempuh jarak lebih dari 400 kilometer dalam satu kali pengisian daya, tergantung varian dan kondisi penggunaan. Selain itu, mobil listrik ini juga didukung teknologi pengisian cepat yang memungkinkan baterai terisi dari sekitar 10 persen hingga 80 persen dalam waktu kurang dari 20 menit pada stasiun pengisian daya berdaya tinggi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang