PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk meresmikan penyerahan dua unit bus listrik Arjuno berukuran depalan meter kepada penyedia jasa transportasi PT Bagong Dekaka Makmur di Malang, Jawa Timur, Senin (5/10/2026). Penyerahan bus listrik tersebut dilakukan untuk mendukung kebutuhan mobilitas pekerja di area pertambangan sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik komersial buatan dalam negeri. Pengalaman Operator Tambang Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur, Budi Susilo, mengatakan, pengalaman menggunakan kendaraan listrik memberikan perspektif baru bagi Bagong Dekaka Makmur dalam melihat kebutuhan mobilitas di sektor pertambangan. "Bagi kami, penggunaan kendaraan listrik bukan hanya tentang mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga bagaimana kendaraan tersebut mampu menjawab kebutuhan operasional secara nyata. Dalam operasional pertambangan, kendaraan harus mampu mengikuti ritme kerja, memiliki reliability yang baik, dan memberikan efisiensi dalam jangka panjang," katanya dikutip dari keterangan resmi, Selasa (6/10/2026). Budi juga mengatakan, sebelumnya PO Bagong telah menggunakan transporter listrik dari VKTR yakni Lokon dalam mendukung aktivitas operasional. Dari pengalaman tersebut memberikan hasil positif serta keyakinan bahwa kendaraan listrik dapat diandalkan untuk kebutuhan di lapangan. "Pengalaman positif bersama Lokon dari VKTR semakin memperkuat keyakinan kami bahwa kendaraan listrik dapat menjadi alternatif yang kompetitif dan relevan untuk mendukung kebutuhan operasional pertambangan,” ujar Budi. Bus listrik milik PT Bagong Dekaka Makmur saat diperkenalkan Spesifikasi Bus Listrik Arjuno Bus Arjuno sendiri dikembangkan melalui kerja sama antara VKTR dan Laksana Karoseri dengan proses perakitan yang dilakukan di Indonesia. Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem manufaktur, rantai pasok, serta layanan purnajual kendaraan listrik komersial nasional. Bus listrik Arjuno dirancang dengan kapasitas hingga 25 penumpang dan dibekali baterai berkapasitas 210 kWh. Dalam kondisi baterai penuh, kendaraan ini mampu menempuh jarak operasional hingga 350 kilometer. Fitur pengisian daya cepat pada bus ini membutuhkan waktu sekitar 90 menit hingga penuh. Spesifikasi tersebut dinilai relevan dengan rute, jadwal, dan pola utilisasi transportasi internal pertambangan yang relatif terukur.