Anggapan bahwa bengkel menolak motor tertentu karena kerusakannya rumit ternyata tidak selalu benar. Dari penelusuran Kompas.com ke sejumlah bengkel umum, sebagian mekanik justru mengaku motor yang mereka hindari sebenarnya tidak sulit dari sisi teknis pengerjaan. Yang jadi masalah adalah ketersediaan komponen penggantinya di pasaran. Suzuki Ditolak Dustin, pemilik Garage +62, mengatakan bengkelnya jarang menerima motor Suzuki. Namun alasannya bukan karena tingkat kesulitan pengerjaan, melainkan stok komponen yang tidak ia sediakan. Purnama Motor, bengkel spesialis Suzuki di Bogor "Paling Suzuki sih, Saya enggak stok sparepartnya, karena memang motornya jarang," ujar Dustin kepada Kompas.com, belum lama ini. Pernyataan ini menegaskan bahwa penolakan terhadap Suzuki di bengkelnya lebih ke soal logistik dan permintaan pasar. Maka lebih dipilih menyediakan sparepart yang sering digunakan oleh motor yang banyak beredar di jalan. Kawasaki Kalah Saing Hal serupa disampaikan Billy, petugas SB Motor. Ia menyebut Kawasaki sebagai merek yang paling jarang ditangani di bengkelnya, dan itu murni soal pasokan komponen, bukan tingkat kesulitan servis. "Yang susah ditangani biasanya motor-motor Kawasaki. Soalnya sparepart susah dicari, dia beda juga komponen-komponennya. Jadi biasanya kita kalau Kawasaki jarang ditangani," kata Billy. Ia membandingkannya dengan Suzuki yang menurutnya masih bisa ia kerjakan asal komponennya tersedia. "Suzuki masih, yang penting barangnya saja, sparepartnya. Masih oke, kalau ada, kita bisa saja buat benerin," kata Billy. Adapun Yamaha dan Honda disebut Billy sudah jadi "makanan sehari-hari" di bengkelnya, sebab pasokan sparepart kedua merek itu paling mudah ditemukan.