Perusahaan Otobus (PO) Bagong resmi mengadopsi kendaraan mobil listrik produksi dalam negeri, sebagai angkutan komersial. Unit kendaraan listrik itu bernama Transporter, mobil listrik buatan perusahaan dalam negeri, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR). Serah terima unit kendaraan digelar pada Sabtu (25/4/2026) di Kepanjen, Kabupaten Malang. Direktur dan Chief Operating Officer VKTR, V. Bimo Kurniatmoko mengatakan kerja sama itu dilakukan sebagai bagian komitmen bersama dalam mendorong transformasi transportasi massal yang lebih ramah lingkungan, modern, dan berkelanjutan di Indonesia. "Langkah ini menjadi tonggak penting dalam percepatan adopsi kendaraan listrik di sektor transportasi darat, khususnya di wilayah Malang dan sekitarnya," ungkapnya, Sabtu. Bimo berharap kehadiran transporter listrik menjadi alternatif moda transportasi yang efisien, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas udara perkotaan melalui pengurangan emisi. “Kami mengapresiasi komitmen PO Bagong yang telah menjadi salah satu pelopor dalam adopsi kendaraan massal berbasis listrik. Langkah ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga menjadi contoh nyata bagi pelaku industri transportasi lainnya,” ujar Bimo. Transporter listrik VKTR menghadirkan berbagai keunggulan, mulai dari nol emisi yang berkontribusi pada pengurangan polusi udara, hingga pengalaman berkendara yang lebih nyaman dan modern melalui kabin yang lebih senyap dan minim getaran. "Kehadirannya juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem dan rantai pasok industri dalam negeri, sekaligus menunjukkan daya saing Indonesia dalam menghadirkan solusi mobilitas masa depan," bebernya. Apabila adopsi kendaraan listrik semakin luas, maka kontribusi terhadap target net zero emission serta agenda keberlanjutan nasional diharapkan dapat semakin terakselerasi. Langkah itu juga relevan secara bisnis, khususnya dalam menghadapi tekanan harga energi global, sehingga memberikan nilai tambah bagi pelaku industri. "VKTR meyakini bahwa transformasi menuju mobilitas hijau tidak hanya menjadi kebutuhan dari sisi lingkungan, tetapi juga peluang strategis bagi industri untuk tumbuh secara berkelanjutan," pungkasnya Sementara itu, Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur (PO Bagong), Budi Susilo mengatakan bahwa investasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang PO Bagong untuk menghadirkan layanan transportasi yang lebih berkualitas, sekaligus adaptif terhadap perkembangan industri. “Penggunaan transporter listrik ini merupakan wujud komitmen kami dalam menghadirkan layanan yang lebih sehat, nyaman, dan ramah lingkungan bagi masyarakat. Selain itu, dari sisi bisnis, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya kami untuk lebih efisien dan adaptif, terutama di tengah dinamika harga energi global yang tidak menentu. Kami optimis, ke depan kendaraan listrik akan menjadi standar baru dalam industri transportasi," tuturnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang