Pemeriksaan ban dalam Safety Campaign Dunlop 2025. Pilihan ban untuk mobil listrik di Indonesia semakin beragam seiring meningkatnya adopsi kendaraan ramah lingkungan. Produsen ban melihat perubahan karakter kendaraan listrik sebagai peluang untuk menghadirkan produk yang lebih spesifik dan relevan bagi kebutuhan harian konsumen. Mobil listrik memiliki karakter berbeda dibandingkan mobil konvensional, mulai dari bobot yang lebih berat hingga torsi instan sejak putaran awal. Kondisi tersebut menuntut ban dengan daya cengkeram, kestabilan, serta tingkat kebisingan yang lebih terkontrol.Menjawab kebutuhan tersebut, Dunlop Indonesia memperkenalkan Blue Response TG sebagai ban generasi terbaru di segmen smart premium. Produk ini dirancang agar dapat digunakan pada berbagai jenis kendaraan, termasuk mobil listrik, hybrid, maupun konvensional. Blue Response TG dikembangkan dari basis teknologi SP Sport Series yang telah lebih dulu dikenal. Fokus pengembangannya diarahkan pada keseimbangan antara performa, kenyamanan, dan efisiensi untuk penggunaan sehari-hari.Dari sisi teknis, ban ini membawa pembaruan pada struktur dan profil tapak. Perubahan tersebut diklaim mampu meningkatkan stabilitas berkendara sekaligus memperpanjang umur pakai ban. Pola telapak dan alur pembuangan air juga dioptimalkan untuk meningkatkan performa pengereman di jalan basah. Meski demikian, tingkat kebisingan tetap dijaga agar sesuai dengan karakter mobil listrik yang senyap. Ban Dunlop baru “Dengan profil dan struktur baru, Blue Response TG memberikan respons kemudi yang lebih presisi dan stabil tanpa mengorbankan karakter halus dan senyap,” ujar GM Product Development DUNLOP Indonesia, Yukishi Yoshida, dikutip VIVA Otomotif dari keterangan resmi, Kamis 22 Januari 2026.Konsep EV Ready yang disematkan pada ban ini menunjukkan kesiapan menghadapi tuntutan kendaraan listrik. Beban kendaraan yang lebih besar dan torsi instan menjadi perhatian utama dalam proses pengembangannya.Selain untuk EV, ban ini juga diposisikan sebagai solusi serbaguna bagi konsumen yang menggunakan mobil konvensional dan hybrid. Pendekatan tersebut mencerminkan arah pasar yang belum sepenuhnya beralih ke satu jenis teknologi kendaraan.Untuk menguji performa di kondisi nyata, Dunlop melibatkan pembalap profesional Indonesia dalam program pengujian. Pengujian dilakukan di lintasan Speedway Meikarta pada pertengahan Januari 2026.