Piggyback menjadi salah satu perangkat aftermarket yang banyak digunakan pemilik mobil untuk mengubah karakter kerja mesin. Perangkat ini bekerja sebagai modul tambahan yang terhubung dengan sistem manajemen mesin. Dengan pengaturan yang tepat, piggyback dapat digunakan untuk menyesuaikan parameter tertentu seperti bahan bakar dan pengapian, sesuai kemampuan perangkat dan kebutuhan mesin. Selain soal fungsi, harga juga menjadi salah satu pertimbangan sebelum memasang piggyback. Ilustrasi piggyback Di pasaran, harganya cukup beragam, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga beberapa juta rupiah. Hardi Wibowo dari Aha Motor, Yogyakarta, mengatakan harga piggyback sangat bergantung pada jenis dan produk yang digunakan. “Berapa kisaran harga piggyback? Ya, tergantung. Ada yang Rp 2,5 juta, ada yang Rp 700.000-an, itu tergantung," kata Hardi kepada Kompas.com, Senin (5/10/2026). “Kalau di online sudah banyak. Ada yang namanya bukan piggyback, tetapi secara kinerjanya mirip, seperti throttle controller. Itu termasuk mirip piggyback," ujarnya. Ilustrasi piggyback “Jadi, misalnya Rp 700.000, sampai dengan yang ori. Kemudian yang ori itu bisa sampai Rp 3,5 juta-Rp 4 jutaan,” katanya. Kelebihan Selain harga, salah satu pertimbangan menggunakan piggyback adalah perangkat tersebut dapat dilepas kembali dari kendaraan. Hardi mengatakan, karakter tersebut menjadi salah satu kelebihan piggyback dibandingkan perubahan perangkat lunak yang melekat pada ECU standar kendaraan. “Tentu kalau untuk piggyback bisa kita lepas pasang," ungkapnya. Menurut Hardi, kemampuan untuk melepas perangkat tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi pemilik mobil yang memiliki kemungkinan mengganti kendaraan. “Nah, itu bisa dipertimbangkan karena nanti kalau mau dipindah ke mobil lain, kita tidak memindahkan software, tetapi memindahkan hardware," katanya. Ilustrasi piggyback “Itu bisa dipindahkan ke mobil yang lainnya. Jadi, kalau bosan bisa dilepas, kalau misalnya ganti mobil, bisa dipindah ke mobil yang lainnya,” ujarnya. Jangan Tergiur Harga Namun dengan rentang harga mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, pemilik mobil sebaiknya tidak menjadikan harga sebagai satu-satunya pertimbangan. Piggyback merupakan bagian dari sistem pengaturan mesin. Jika penyetelan tidak sesuai dengan karakter mesin, bahan bakar, atau komponen yang digunakan, hasilnya belum tentu sesuai harapan. Begitu pula dengan klaim lebih irit bahan bakar. Piggyback tidak otomatis membuat konsumsi BBM lebih hemat. Sebelum membeli, pemilik mobil sebaiknya memastikan terlebih dahulu fungsi perangkat, kompatibilitas dengan mobil, kemampuan penyetelan, dan reputasi tuner atau bengkel yang memasang.