Pertimbangan memboyong mobil hybrid tidak hanya berhenti pada efisiensi bahan bakar dan kenyamanan berkendara saja. Faktor biaya kepemilikan (cost of ownership), yang mencakup pengeluaran servis berkala serta Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan, menjadi variabel krusial yang wajib dikalkulasi dengan matang. Untuk melihat gambaran riilnya, Putri, pemilik Chery Tiggo Cross CSH, membagikan rincian pengeluaran operasional dari mobil harian miliknya yang kini odometernya sudah menyentuh angka 23.344 km. Mobil berkapasitas 1.498 cc ini diandalkannya untuk rute komuter harian dari Senin hingga Sabtu dengan jarak tempuh mencapai 100 km per hari. Jadwal Perawatan dan Rincian Biaya Oli Selama menempuh jarak di atas 23.000 km, Putri tercatat sudah melakukan servis rutin sebanyak dua kali di bengkel resmi Chery. Perawatan berkala tersebut dilakukan secara bertahap, mulai dari servis pertama saat mobil menyentuh 5.000 km, dan dilanjutkan dengan servis kedua pada kelipatan 15.000 km. Terkait pengeluaran, Putri menjelaskan bahwa komponen biaya utama yang harus dikeluarkan dari dompetnya sejauh ini difokuskan pada penggantian pelumas mesin. "Untuk biaya oli di 5 liter sekitar Rp 1.100.000 sampai Rp 1.300.000 belum termasuk PPN," ujar Putri kepada Kompas.com belum lama ini. Meski nominal olinya berada di angka satu jutaan rupiah, pengeluaran total Putri bisa ditekan lantaran biaya jasa servis masih gratis selama masa garansi dari pabrikan masih berlaku. Review Chery Tiggo Cross CSH: Plus Minus Dipakai Harian 23.000 Km Aturan Ketat Pelumas dan Keamanan Garansi Satu hal krusial yang patut menjadi catatan bagi para pemilik maupun calon konsumen Tiggo Cross CSH adalah regulasi internal bengkel resmi mengenai penanganan pelumas. Pihak diler menerapkan aturan yang cukup ketat terkait asal-usul oli untuk mesin hibrida tersebut. Putri menceritakan bahwa konsumen tidak diberikan kebebasan untuk membawa sendiri merek pelumas dari luar jaringan resmi mereka. "Cuma, dari diler sendiri mereka tidak memperbolehkan membawa oli sendiri dari luar. Mereka selalu menyarankan oli yang mereka punya untuk keamanan garansi," tutur Putri. Review Chery Tiggo Cross CSH: Plus Minus Dipakai Harian 23.000 Km Pajak Tahunan yang Cukup Bersahabat Selain biaya perawatan berkala, pengeluaran wajib yang tidak boleh luput dari perhitungan adalah pajak tahunan yang harus dibayarkan ke Samsat. Untuk SUV ringkas modern yang punya fitur canggih, nilai pajak tahunan dari Tiggo Cross CSH ini ternyata tergolong ramah kantong dan tidak sampai menguras isi dompet terlalu dalam. "Pajak mobil Tiggo Cross CSH ini Rp 3.083.100 dengan cc 1.498, lumayan murah," pungkas Putri. Nilai PKB yang berada di kisaran Rp 3 juta ini tentu menjadi daya tarik tambahan bagi konsumen urban. Artinya, efisiensi tinggi dari teknologi hibrida yang ditawarkan oleh mobil ini juga didukung oleh beban pajak tahunan yang relatif ringan di kelasnya.