Membeli mobil bekas dengan harga terjangkau seperti Chevrolet Orlando memang menggoda. Namun, bagi calon pemilik, penting untuk memahami biaya kepemilikan atau cost of ownership agar kondisi mobil tetap prima dan tidak membebani kantong di kemudian hari. Bicara soal biaya rutin, salah satu komponen yang wajib disiapkan adalah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Berdasarkan pengalaman Diansa, seorang pemilik Orlando lansiran 2016, pajak tahunan mobil ini tergolong masih cukup masuk akal untuk ukuran MPV kelas menengah. "PKB atau Pajak Kendaraan Bermotor-nya itu di angka Rp 2,6 juta domisili Bogor," ujar Diansa kepada Kompas.com, belum lama ini. Chevrolet Orlando 2016 Angka tersebut tentu bisa bervariasi tergantung pada tahun produksi dan wilayah kendaraan terdaftar, namun bisa menjadi acuan bagi calon pembeli yang mengincar unit di tahun yang sama. Selain pajak, sektor perawatan mesin juga tidak boleh luput dari perhatian. Mengingat populasi bengkel resmi Chevrolet yang sudah tidak sebanyak dulu, pemilik Orlando biasanya beralih ke bengkel umum yang memiliki spesialisasi atau komunitas pengguna. Diansa menjelaskan bahwa untuk perawatan rutin, ia kerap memanfaatkan bengkel fast moving seperti B-Quick atau mengandalkan jaringan pertemanan di sesama pengguna Chevrolet. "Kalau servis biasa di B-Quick atau teman-teman circle Chevrolet. Biasanya perlu siapkan dana Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta sekali servis," ucap Diansa. Estimasi biaya servis tersebut biasanya sudah mencakup penggantian oli mesin serta pengecekan komponen-komponen vital lainnya. Mengingat karakter mobil Amerika yang butuh perhatian lebih pada sistem pendinginan dan elektrikal, ketersediaan dana cadangan untuk servis rutin menjadi kunci agar mobil tidak sering "jajan" di luar jadwal. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang