Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengusulkan lima rute baru Transjabodetabek. Saran ini diusulkan untuk memperluas konektivitas antara Kota Depok dan Jakarta. Saat ini, usulan tersebut tinggal menunggu persetujuan dari Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta. Sekretaris Dishub Kota Depok, Aan Syurahman, mengatakan usulan lima rute tersebut telah diajukan sejak April 2026. Selama beberapa bulan terakhir, Dishub Kota Depok terus melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan Transjakarta untuk mematangkan rencana operasional. “Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TransJakarta dan Dishub DKI Jakarta. Tujuannya untuk mengembangkan trayek Transjabodetabek agar dapat mempermudah mobilitas warga Depok,” dikutip dari keterangan resmi, Senin (6/7/2026). Lima Rute Baru Aan menjelaskan, empat rute baru yang diusulkan yaitu Shila at Sawangan–Lebak Bulus, Terminal Sawangan–Kuningan, Terminal Depok–Cinere–Blok M, serta Terminal Jatijajar–Terminal Kampung Rambutan. Satu rute lainnya adalah rute penyesuaian (rerouting), yakni trayek Universitas Indonesia–Manggarai (D21) yang sebelumnya melayani rute Terminal Jatijajar–Manggarai. Menurut Aan, pengembangan layanan Transjabodetabek menjadi kebutuhan seiring tingginya mobilitas masyarakat Depok menuju Jakarta setiap hari untuk bekerja, menempuh pendidikan, maupun beraktivitas. “Banyak warga Depok yang bekerja atau beraktivitas di Jakarta. Karena itu, pengembangan rute ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sekaligus mengurai kemacetan,” jelasnya. Daftar halte dan titik pemberhentian Transjabodetabek Bogor-Blok M. Siapkan Fasilitas Ia menambahkan, jika usulan tersebut disetujui, Dishub Kota Depok akan menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, termasuk penambahan halte di sejumlah titik sesuai kebutuhan layanan. “Penambahan halte pasti akan dilakukan sebagai bagian dari dukungan operasional. Namun saat ini kami masih fokus pada pemetaan dan penguatan usulan rute,” katanya. Aan berharap proses pembahasan dapat segera rampung sehingga masyarakat Depok memiliki lebih banyak pilihan transportasi umum yang nyaman, terjangkau, dan terintegrasi dengan jaringan angkutan massal di kawasan Jabodetabek.