Kawasaki terus mempertegas posisinya sebagai pionir motor hybrid di pasar global. Meski pabrikan lain masih ragu antara mesin pembakaran internal (ICE) atau listrik murni, Kawasaki justru memilih jalan tengah dengan menyempurnakan Ninja 7 Hybrid dan Z7 Hybrid. Dikutip dari RideApart, Kawasaki memberikan pembaruan signifikan pada sektor perangkat lunak (ECU) untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan operasional kedua motor ini. Motor hybrid Kawasaki Ninja 7 Hybrid dan Z7 Hybrid Salah satu ubahan yang paling terasa adalah pada mode EV (listrik murni). Sebelumnya, pengendara hanya bisa berpindah dari mode Hybrid ke EV pada kecepatan rendah, sekitar 25 kpj. Namun kini, batas kecepatannya ditingkatkan hingga 60 kpj. Artinya, motor ini jadi jauh lebih praktis saat digunakan di kawasan perkotaan yang padat. Motor hybrid Kawasaki Ninja 7 Hybrid dan Z7 Hybrid Pengendara bisa lebih fleksibel berganti ke mode senyap tanpa harus melambat secara drastis, sehingga transisi antara mesin bensin dan motor listrik terasa lebih halus. Selain itu, Kawasaki juga memberikan update pada Sport Mode. Jika pada versi sebelumnya Sport Mode identik dengan penggunaan transmisi manual lewat tombol di setang, sekarang mode ini juga bisa dinikmati dengan transmisi otomatis sepenuhnya. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi pengendara yang ingin merasakan respons gas yang lebih agresif namun enggan repot mengoper gigi secara manual. Secara fungsional, fitur ini membuat motor jadi lebih "user friendly" untuk penggunaan harian. Secara spesifikasi teknis lainnya, kedua motor ini masih mengandalkan kombinasi mesin dua silinder 451cc yang dipadukan dengan motor listrik. Perpaduan ini diklaim mampu memberikan performa setara motor kelas 650cc hingga 700cc, namun dengan konsumsi bahan bakar yang jauh lebih irit, setara motor kelas 250cc. Kawasaki Ninja 7 Hybrid dan Z7 Hybrid hingga saat ini memang masih menjadi satu-satunya motor strong hybrid yang diproduksi secara massal oleh pabrikan besar. Dengan adanya pembaruan ini, Kawasaki seolah ingin membuktikan bahwa teknologi hybrid bukan sekadar eksperimen, melainkan solusi nyata untuk mobilitas masa depan yang lebih efisien tanpa menghilangkan sensasi berkendara motor sport. Sayangnya, motor ini belum diperkenalkan di Indonesia. Pihak PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) belum memberikan tanda-tanda kapan motor canggih ini akan resmi dijual untuk konsumen Tanah Air. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang