Performa dua pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT), Fadillah Arbi Aditama dan M. Adenanta Putra, yang naik kelas mencuri perhatian pada seri pembuka Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Sepang International Circuit, Sabtu (11/4/2026). Keduanya mampu tampil kompetitif sejak balapan pertama, meski masih berada dalam fase adaptasi menghadapi karakter motor dan level persaingan yang lebih tinggi. Arbi yang menjalani debut di kelas Supersport 600 (SS600) memulai balapan dari posisi ke-10. Dalam race pertama, ia mampu menjaga ritme dan finis di posisi keenam, hasil yang cukup solid untuk ukuran debut di kelas yang dikenal ketat tersebut. Fadillah Arbi Aditama Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025 “Pada race pertama di kelas SS600, saya mendapatkan pace yang baik. Alhamdulillah, banyak sekali perkembangan yang saya dapatkan pada race tadi. Saya bisa mendapatkan pace race yang lebih baik dibandingkan sesi tes dan latihan. Saya akan mencoba improve lagi untuk menghadapi race kedua esok hari,” ujar Arbi. Sementara itu, Adenanta yang naik ke kelas Asia Superbike (ASB) 1000 juga menghadapi tantangan berbeda. Mengendarai CBR1000RR-R, ia memulai balapan dari posisi kelima dan berhasil finis di posisi ketujuh pada debutnya di kelas tertinggi tersebut. M. Adenanta Putra raih podium di ARRC Sepang 2026. Meski belum menembus podium, performa Adenanta dinilai menjanjikan, mengingat persaingan di kelas ASB1000 diisi pebalap dengan pengalaman lebih matang serta karakter motor yang jauh lebih bertenaga. “Pada sesi kualifikasi, saya sudah mendapatkan feeling yang baik sehingga menghasilkan pace yang bagus. Race pertama ini memberikan banyak pengalaman dan besok saya harap bisa tampil lebih baik lagi. Tentu saya akan meningkatkan dari sisi teknis balap dan setelan motor,” kata Adenanta. Perpindahan kelas memang menuntut penyesuaian yang tidak sederhana. Selain perbedaan karakter motor, pebalap juga harus beradaptasi dengan intensitas persaingan, strategi balap, hingga manajemen ritme yang lebih kompleks. Namun, hasil pada balapan perdana menjadi indikasi awal bahwa proses adaptasi berjalan ke arah positif. Dengan satu balapan tersisa di Sepang, peluang untuk meningkatkan hasil sekaligus menguji perkembangan adaptasi masih terbuka. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang