Nissan bersiap membuka lembaran baru di awal 2026 dengan meluncurkan MPV ringkas terbarunya, Gravite. Mobil tujuh penumpang ini dijadwalkan meluncur pada 21 Januari 2026 di India. Gravite digadang-gadang menjadi senjata baru Nissan untuk bertarung di segmen MPV murah yang selama ini dikuasai model-model mapan, seperti Toyota Avanza. Dikutip dari Gaadiwaadi.com, Kamis (8/1/2026), Nissan Gravite diproyeksikan sebagai produk strategis dengan fokus pada kepraktisan, harga terjangkau, serta fleksibilitas penggunaan untuk keluarga. Secara teknis, Gravite dibangun di atas platform CMF-A, arsitektur modular yang juga digunakan Renault Triber. Platform ini dikenal ringan dan efisien, serta dirancang khusus untuk kendaraan dengan konfigurasi tiga baris kursi. Meski berbagi basis dengan Triber, Nissan memastikan Gravite tidak sekadar hasil rebadge. Dari teaser yang telah dirilis, tampilan eksterior Gravite terlihat memiliki identitas visual sendiri. Bagian depan menonjolkan fasia hitam berukuran lebar dengan strip LED tipis yang membentang horizontal. Nissan Gravite Spesifikasi Nissan Gravite Lampu utama terintegrasi di bagian bawah, sementara kontur kap mesin dibuat lebih tegas untuk memberi kesan kokoh. Nama Gravite disematkan di ujung kap mesin, memperkuat karakter baru yang ingin ditonjolkan Nissan. Beralih ke bagian belakang, Gravite mengusung lampu LED yang saling terhubung dari kiri ke kanan, mengikuti tren desain mobil modern. Spoiler atap terintegrasi turut hadir, dipadukan dengan detail bumper beraksen under guard yang memberi kesan SUV ringan, meski statusnya tetap MPV. Pendekatan desain ini seolah ingin menarik konsumen muda yang menginginkan mobil keluarga dengan tampilan lebih stylish. Masuk ke kabin, Nissan Gravite mengandalkan konfigurasi tiga baris dengan tata letak modular. Fleksibilitas menjadi nilai jual utama, memungkinkan pengaturan kursi sesuai kebutuhan penumpang atau barang. Untuk dapur pacu, Gravite akan dibekali mesin bensin 1.0 liter yang tersedia dalam dua opsi, yakni naturally aspirated (NA) dan turbo. Pilihan transmisinya mencakup manual serta otomatis, menyesuaikan kebutuhan pasar yang beragam. Nissan Gravite Harga Soal harga, Nissan Gravite diperkirakan akan dipasarkan mulai 600.000 Rupee atau sekitar Rp 112 jutaan, hingga 900.000 Rupee atau sekitar Rp 168 jutaan. Bandrol resminya baru akan diumumkan pada Maret 2026, dengan penjualan yang dimulai tak lama setelah peluncuran globalnya. Dari sisi fitur, varian tertinggi Gravite diharapkan sudah dilengkapi lampu depan LED otomatis, wiper dengan sensor hujan, start stop engine button, wireless charging, hingga cruise control. Panel instrumen kemungkinan menggunakan layar digital 7 inci, dipadukan dengan layar sentuh infotainment 8 inci, mirip dengan yang digunakan Renault Triber. Konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto juga diprediksi menjadi fitur standar. Aspek keselamatan turut menjadi perhatian. Nissan Gravite diperkirakan dibekali ABS dengan EBD, electronic stability program, TPMS, enam airbag, hill-start assist, sensor parkir belakang, ISOFIX, kamera mundur, hingga sistem buka kunci otomatis saat terjadi benturan. Pada varian lebih tinggi, sensor parkir depan juga akan disematkan. Renault Triber sendiri sempat mencicipi pasar Indonesia, namun kurang mendapat sambutan. Pertanyaannya kini, apakah Nissan akan memanfaatkan momentum Gravite untuk kembali mencoba peruntungan di segmen MPV murah Tanah Air? Jika harga dan spesifikasinya kompetitif, bukan tidak mungkin Nissan Gravite menjadi opsi menarik bagi konsumen Indonesia yang haus pilihan baru. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang