Nissan bukan pemain baru di industri otomotif Indonesia. Namun demikian, dalam beberapa tahun belakangan Nissan justru tampak pasif. Padahal rival-rivalnya dari China kian banyak dan berani mendatangkan produk baru dengan harga terjangkau.Indomobil Group sebagai Agen Pemegang Merek (APM) Nissan di Indonesia, mengakui langkah Nissan di Indonesia tidak semulus pabrikan lainnya. Board of Director Indomobil Group, Andrew Nasuri, mengakui tidak agresifnya Nissan di Indonesia dikarenakan keputusan prinsipal yang dinilai tidak cocok untuk diterapkan di Indonesia."Kalau bicara Indomobil, kita komersial sangat kuat sekali. Hino 63 persen (menguasai pasar), Suzuki Carry, yang truk seperti Volvo juga kuat. Sedangkan untuk kendaraan penumpang kita kuatnya di Nissan dan Suzuki. Suzuki sekarang Carry-nya yang jago. Sedangkan Nissan, Nissan jebol kita ikut jebol," ucap Andrew ditemui di Guanzhou belum lama ini. Lalu langkah apa yang akan diambil Indomobil Group, untuk bisa membangkitkan kembali Nissan ke era masa kejayaan mereka? Menurut Andrew, Nissan harus segera berpikir cepat agar tak lagi salah langkah untuk bersaing di pasar otomotif dalam negeri."Nissan mau diapain? Nissan sebenarnya masih banyak peluang, tapi Nissan ini harus mengganti cara berpikirnya. Jadi mereka harus melihat pasar Indonesia itu butuhnya apa, nggak bisa terlalu global strategi dan dipaksa masuk Indonesia," ucap Andrew.Ilustrasi Nissan Serena e-Power Foto: Dok. Nissan"Aku punya ini (salah satu produk Nissan) You (Indomoil Group) jualan, barang bagus tapi harga over. Tapi saat ini China masuk, value for moneynya, dan mereka harus terima, sekarang kualitas China barangnya bagus," Andrew.Namun Andrew berkeyakinan mobil Jepang masih memiliki peluang besar untuk bisa sukses di Indonesia. Terlebih, para pabrikan Jepang ini sudah punya pengalaman tahunan di dalam negeri."Nissan apa lagi yang diubah? Pokoknya mobil Jepang itu masih banyak peluangnya. Nissan ini produk bagus, engineering bagus, tapi mereka salah jalan, akhirnya Indomobil jadi korban. Sekarang Nissan harus memikirkan bagaimana comebacknya, kita sudah kasih masukan ke prinsipal," tutup Andrew.