Nissan baru saja mengumumkan visi jangka panjang bertajuk Mobility Intelligence for Everyday Life yang akan menjadi arah pengembangan produk ke depan. Melalui strategi ini, pabrikan berencana menghadirkan kembali Nissan Xterra, meluncurkan generasi baru Nissan Skyline, serta membawa teknologi e-Power ke pasar Amerika Serikat lewat generasi terbaru Nissan Rogue. Namun di balik rencana ekspansi tersebut, sebagaimana dikutip Carscoops, Nissan juga menyiapkan langkah rasionalisasi produk dengan memangkas setidaknya 11 model dari portofolionya. Produsen asal Jepang ini tak merinci model mana saja yang akan dihentikan, tapi menegaskan bahwa pemangkasan akan difokuskan pada model dengan performa penjualan rendah guna mengalihkan investasi ke segmen yang lebih potensial. Di pasar Amerika Serikat, lini produk Nissan saat ini sebenarnya cukup kompetitif, terutama setelah sejumlah model mendapatkan pembaruan desain maupun facelift dalam beberapa waktu terakhir. Meski begitu, ada beberapa model yang dinilai berpotensi masuk daftar penghentian, salah satunya Nissan Altima. Sedan ini sudah berusia hampir satu dekade dan penjualannya turun 18,1 persen tahun lalu menjadi 93.268 unit. Sebagai perbandingan, penjualan 117.319 unit pada 2024 bahkan tidak cukup untuk menyelamatkan Chevrolet Malibu dari penghentian produksi. Model lain yang juga dianggap berpeluang dihentikan adalah Nissan Rogue Plug-in Hybrid dan Nissan Murano. Rogue PHEV dinilai kurang diminati karena pada dasarnya merupakan hasil rebadge dari Mitsubishi Outlander PHEV, sementara Murano bermain di segmen yang relatif sempit. Meski demikian, Murano sebenarnya masih menunjukkan performa yang cukup baik dengan lonjakan penjualan hingga 121,3 persen tahun lalu menjadi 42.747 unit, berkat pembaruan model terbaru. Bocoran tampilan generasi terbaru Nissan X-Trail Dari sisi harga, SUV ini juga tergolong menguntungkan karena dibanderol mulai dari 41.670 dollar AS hingga hampir 50.000 dollar AS untuk varian tertinggi. Di luar pasar Amerika, Nissan juga berpotensi melakukan konsolidasi pada lini kendaraan niaga ringan dan kei car. Langkah ini dinilai penting untuk menyederhanakan portofolio produk, meski di sisi lain berisiko mengurangi pilihan bagi konsumen setianya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang