Nissan Juke sempat meramaikan pasar otomotif Indonesia dengan desainnya yang nyeleneh dan berbeda dari SUV lain. Namun, perjalanan model ini harus terhenti karena angka penjualan yang terus menurun. Kini, nama Juke kembali mencuri perhatian. Nissan resmi memperkenalkan generasi ketiga Juke dalam ajang Vision di Jepang, dengan perubahan yang terbilang drastis. Berbeda dari sebelumnya, Juke terbaru tidak lagi mengusung mesin pembakaran dalam. Model ini akan hadir sebagai mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV). Mengutip Carscoops, Kamis (16/4/2026). Juke generasi terbaru juga akan diproduksi di pabrik Nissan di Sunderland, Inggris, satu lini dengan Leaf. Mobil ini dibangun menggunakan platform CMF-EV atau AmpR Medium, yang juga dipakai oleh beberapa model seperti Renault Scenic E-Tech, Alpine A390, hingga Nissan Ariya. Peluncuran globalnya dijadwalkan berlangsung pada musim semi tahun depan. Nissan Juke EV Meski belum mengungkap spesifikasi lengkap, Nissan sudah memperlihatkan tampilan eksterior Juke terbaru. Desainnya tampil jauh lebih berani, bahkan cenderung menyerupai mobil konsep. Garis-garis tajam dan tegas mendominasi bodi, terutama pada bagian depan yang mengusung grille besar berwarna hitam dengan desain tertutup khas mobil listrik. Lampu utama juga dibuat unik, memperkuat kesan futuristis. Bagian samping tak kalah mencolok, dengan fender berdesain kotak dan lekukan pintu yang ekstrem. Warna hijau terang yang digunakan juga semakin menegaskan karakter agresif dari SUV kompak ini. Seperti model sebelumnya, Nissan tetap mempertahankan posisi handle pintu belakang di pilar C. Sementara bagian belakang tampil tegas dengan lampu LED berdesain rumit serta bentuk pintu bagasi yang khas. Untuk teknologi, Juke listrik ini akan dibekali fitur vehicle-to-grid (V2G), serupa dengan Leaf generasi terbaru. Artinya, mobil tidak hanya bisa mengisi daya, tetapi juga mengalirkan listrik kembali ke jaringan. Nissan Juke EV Soal baterai, Juke diperkirakan akan menggunakan paket yang mirip dengan Leaf, yakni tersedia dalam pilihan kapasitas 52 kWh dan 75 kWh. Sebagai informasi, Juke merupakan pelopor definisi crossover dalam dunia otomotif, namun sayang, masa emasnya tidak berlangsung lama hingga akhirnya penjualan disetop . Data penjualan di pasar besar dunia, termasuk Indonesia, menunjukan tren penurunan. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), wholesales Juke pada 2012 mencapai 6.564 unit. Penurunan langsung terjadi pada 2013 yaitu menjadi 3.128 unit. Kemudian penjualan kembali menukik hingga 1.100 unit pada 2014. Sampai akhirnya kehilangan empat digit penjualan menjadi 722 unit pada 2015. Pada 2016 lalu Juke hanya terjual 305 unit. Sedangkan pada Januari – September tahun ini cuma 171 unit. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang