Lonjakan kendaraan saat arus mudik dan balik Lebaran tidak hanya terjadi di jalan tol, tetapi juga merambah ke ruas jalan daerah hingga perkampungan. Kondisi ini membuat lalu lintas yang biasanya lengang menjadi lebih padat, dengan karakter pengemudi yang beragam, termasuk mereka yang berasal dari luar kota dan belum familier dengan medan jalan setempat. Menurut Marcell Kurniawan, pelatih Keselamatan Berkendara di The Real Driving Centre (RDC), pengemudi perlu meningkatkan kewaspadaan karena tidak semua pengguna jalan memahami kondisi dan karakter jalan di daerah yang dilalui. "Pengendara luar kota cenderung belum hafal kondisi jalan, seperti titik rawan, tikungan tajam, atau kebiasaan pengguna jalan lokal, sehingga potensi kesalahan manuver lebih besar," kata Marcell kepada Kompas.com, Jumat (20/3/2026). Ia menjelaskan, situasi ini kerap memicu perilaku berkendara yang tidak terduga, seperti pengereman mendadak, berpindah jalur tanpa isyarat, hingga melaju terlalu lambat karena ragu menentukan arah. Ilustrasi kendaraan pemudik terjebak kemacetan saat melintas di Jalan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kondisi tersebut bisa berdampak pada meningkatnya risiko kecelakaan, terutama di jalan sempit, persimpangan tanpa lampu lalu lintas, atau jalur alternatif yang tidak dilengkapi rambu memadai. Marcell menyarankan agar pengemudi, baik lokal maupun pemudik, menjaga jarak aman dan mengantisipasi pergerakan kendaraan lain. Selain itu, penting untuk membaca situasi lalu lintas lebih luas, bukan hanya fokus pada kendaraan di depan. Ia juga mengingatkan agar pengemudi luar kota tidak ragu memanfaatkan aplikasi navigasi, namun tetap memperhatikan kondisi nyata di lapangan. Pasalnya, tidak semua jalur yang direkomendasikan aplikasi sesuai dengan kondisi kendaraan atau kemampuan pengemudi. Karena itu, sikap saling memahami antar-pengguna jalan menjadi kunci selama periode Lebaran. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi ego di jalan, potensi kecelakaan di ruas jalan daerah dapat ditekan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang