Mengganti ban standar ke ukuran yang lebih lebar kerap dilakukan pemilik kendaraan demi menunjang tampilan agar terlihat lebih sporty dan gagah. Namun, modifikasi ban lebar untuk penggunaan harian ternyata memicu risiko, terutama saat melintas di jalan basah atau tergenang air. Menurut Product Manager Michelin Indonesia Mochammad Fachrul Rozi, banyak pengendara masih memiliki anggapan keliru bahwa ban yang lebih lebar otomatis memberikan daya cengkeram lebih baik di segala kondisi jalan. Padahal, dalam kondisi hujan, karakter ban lebar justru bisa meningkatkan potensi aquaplaning. “Semakin lebar ban dan semakin tipis sisa kedalaman alurnya, maka semakin besar risiko aquaplaning. Ban bisa kehilangan kontak dengan aspal karena tidak mampu membuang air dengan optimal,” kata Fachrul kepada Kompas.com, Selasa (20/1/2026). Ilustrasi aquaplaning Ia menjelaskan, ban lebar memiliki bidang kontak yang lebih besar dengan permukaan air. Ketika melaju di atas genangan, air sulit terbelah dan terdorong keluar oleh alur ban, sehingga lapisan air dapat mengangkat ban dan membuat kendaraan seperti melayang. Sebaliknya, Fachrul mencontohkan bahwa secara prinsip fisika, ban yang lebih sempit justru lebih mudah membelah genangan air. “Kalau kita lihat ban sepeda ontel yang sangat tipis, secara teori itu paling aman dari aquaplaning karena tekanannya lebih terfokus dan air mudah terbelah,” ujarnya. Selain lebar ban, kondisi remaining tread depth atau sisa kedalaman alur juga menjadi faktor krusial. Ban yang sudah menipis akan semakin sulit mengalirkan air, sehingga risiko kehilangan traksi meningkat, meskipun ukuran bannya masih sesuai standar. Fachrul menegaskan, pemilihan ban untuk penggunaan harian sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan tampilan. Ukuran ban yang direkomendasikan pabrikan sudah disesuaikan dengan karakter kendaraan, bobot, serta faktor keselamatan di berbagai kondisi jalan. “Kalau mau ganti ukuran ban, pastikan masih dalam batas toleransi dan perhatikan fungsi utamanya. Jangan sampai mengorbankan keselamatan sendiri, apalagi saat musim hujan,” kata Fachrul. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang