Pengguna mobil listrik tentu ingin mendapatkan jarak tempuh sejauh mungkin dalam satu kali pengisian daya baterai. Selain kondisi baterai dan gaya berkendara, pilihan mode berkendara juga dapat memengaruhi penggunaan energi. Salah satu fitur yang banyak tersedia pada mobil listrik adalah mode Eco. Mode Eco kerap digunakan ketika pengemudi ingin menghemat konsumsi daya, terutama saat melakukan perjalanan jauh. Namun, seberapa besar sebenarnya pengaruh mode Eco terhadap efisiensi baterai? Kepala Teknisi Domo Hybrid EV, Yogig Pramono, mengatakan mode Eco memang dirancang untuk membantu mengurangi penggunaan energi saat mobil listrik digunakan. Menurut dia, sistem kendaraan akan membatasi arus listrik yang disalurkan dari baterai ketika mode Eco diaktifkan. Mobil listrik murah di GIIAS 2026 "Mode Eco sangat membantu, karena kalau kita pakai mode tersebut arus yang keluar dari baterai EV akan dibatasi sesuai setingan dari pabrik yang sudah di setiap di ECU mobil," kata Yogig, kepada Kompas.com, Rabu (24/6/2026). Akselerasi Pembatasan arus listrik tersebut berpengaruh langsung terhadap karakter mobil ketika pedal akselerator diinjak. Dibandingkan mode berkendara normal atau Sport, respons kendaraan pada mode Eco biasanya terasa lebih halus. Kondisi tersebut membuat penggunaan energi dari baterai bisa lebih terkendali. Dengan karakter tersebut, pengemudi juga dapat mengurangi kebiasaan melakukan akselerasi secara agresif yang berpotensi membuat konsumsi daya meningkat. Harga BAIC T1 setelah masa promo masih bisa bertahan, asalkan tekanan kurs rupiah mereda. Efisiensi penggunaan energi pada akhirnya berpengaruh terhadap jarak yang dapat ditempuh mobil dalam satu kali pengisian baterai. Ketika arus listrik yang digunakan motor listrik dapat ditekan, energi baterai tidak cepat berkurang. Artinya, potensi jarak tempuh kendaraan dalam sekali pengisian daya juga bisa menjadi lebih optimal. Meski demikian, besarnya pengaruh mode Eco terhadap jarak tempuh tidak bisa disamaratakan untuk seluruh mobil listrik. Setiap kendaraan memiliki pengaturan sistem penggerak, kapasitas baterai, bobot, hingga karakteristik perangkat lunak yang berbeda. PT Honda Prospect Motor (HPM) akan memperkenalkan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) terbaru, Honda Super One, pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Gaya Berkendara Penggunaan mode Eco bukan satu-satunya cara untuk menghemat baterai. Cara berkendara tetap memiliki peran penting. Akselerasi secara mendadak, mempertahankan kecepatan tinggi, atau terlalu sering melakukan perubahan kecepatan dapat membuat konsumsi energi meningkat. Sebaliknya, pengemudi dapat menjaga kecepatan agar tetap stabil dan menghindari akselerasi yang tidak diperlukan. Pemanfaatan regenerative braking juga dapat membantu mengoptimalkan penggunaan energi ketika mobil melakukan perlambatan. Dengan demikian, manfaat mode Eco akan lebih terasa apabila dikombinasikan dengan teknik berkendara yang efisien.