Volga C50 Nama Volga pernah menjadi simbol kemewahan dan kekuasaan di era Uni Soviet. Sedan produksi GAZ itu identik dengan mobil pejabat tinggi hingga kendaraan dinas pemerintah, sekaligus menjadi bagian dari sejarah panjang industri otomotif Rusia. Namun setelah sempat menghilang dari peredaran, Volga kini kembali mencoba bangkit. Sayangnya, seperti disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Selasa 7 April 2026, kebangkitan tersebut datang dengan pendekatan yang cukup berbeda dari masa kejayaannya. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Alih-alih menghadirkan model yang benar-benar baru hasil pengembangan sendiri, Volga justru mengandalkan basis mobil asal China. Dua model terbarunya, yakni C50 dan K50, pada dasarnya merupakan hasil rebadge dari produk Geely yang sudah lebih dulu beredar di pasar Tiongkok.Model pertama adalah Volga K50, sebuah SUV yang secara tampilan hampir identik dengan Geely Monjaro. Mulai dari desain lampu depan, garis bodi, hingga aksen krom terlihat sama, dengan perubahan paling mencolok hanya pada grille dan logo yang kini menggunakan identitas Volga.Sementara itu, Volga C50 hadir sebagai sedan yang mengambil basis dari Geely Preface. Ubahan yang dilakukan juga tergolong minimal. Secara desain, mobil ini masih mempertahankan tampilan asli dari versi China, dengan sentuhan kecil pada bagian depan untuk menyesuaikan identitas merek.Masuk ke dalam kabin, perubahan nyaris tidak terlihat. Interior Volga C50 tetap mempertahankan desain modern khas Geely, mulai dari setir empat palang, panel instrumen digital, hingga layar infotainment berorientasi vertikal.Dari sisi performa, sedan ini dibekali mesin 2.0 liter turbo dengan dua pilihan tenaga, yakni 150 daya kuda dan 200 daya kuda. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi dual-clutch tujuh percepatan.Kembalinya Volga tak lepas dari perubahan besar di pasar otomotif Rusia. Sejak banyak pabrikan Barat hengkang, termasuk Volkswagen dan Skoda, terjadi kekosongan yang cukup besar di segmen kendaraan penumpang. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Kondisi tersebut dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali merek lokal, meski dengan pendekatan kolaborasi dengan pabrikan China. Bahkan, kedua model terbaru Volga ini akan diproduksi di bekas pabrik Volkswagen Group di Nizhny Novgorod.Langkah ini memunculkan pertanyaan menarik. Di satu sisi, Volga kembali hadir sebagai simbol kebangkitan industri otomotif Rusia. Namun di sisi lain, identitasnya kini sangat bergantung pada teknologi dan produk dari China.