Saya mencoba langsung fitur dan kepraktisan Jaecoo J7 SHS-P, dan jujur saja, kesan pertama yang muncul adalah simpel, tapi canggih. Bahkan beberapa fitur terasa seperti mobil listrik murni, bukan sekadar plug-in hybrid. Salah satu yang langsung terasa adalah sistem keyless-nya. Selama kunci ada di tangan, mobil bisa terbuka otomatis saat didekati, dan mengunci sendiri ketika kita menjauh. Praktis? Jelas. Saya bahkan tidak perlu pencet tombol apa pun. Namun, fitur ini agak merepotkan saat berada di sekeliling di mobil, misal saat mencuci mobil, atau ingin mengambil barang. Test drive Jaecoo J7 SHS-P Ketika kita keluar dari mobil dan kunci berada di kantong, maka pintu akan otomatis terkunci. Padahal keperluan kita belum selesai. Tapi memang fitur ini berguna sekali buat yang pelupa. Untuk menyalakan mobil juga sama, cukup duduk, injak rem, dan mobil siap jalan. Buat penggunaan harian, ini sangat membantu, terutama saat tangan lagi penuh barang. Masuk ke sisi kepraktisan, Jaecoo J7 SHS juga sudah dilengkapi roof rail yang benar-benar fungsional, bukan sekadar pemanis. Tinggal tambah cross bar, langsung bisa dipakai bawa barang tambahan. Test drive Jaecoo J7 SHS-P Lalu ada panoramic sunroof berukuran besar yang bisa dibuka, lengkap dengan tirai elektris. Ini detail kecil, tapi penting. Karena membuka tirai tidak lagi ribet seperti beberapa kompetitor. Namun, ada satu hal yang menurut saya perlu adaptasi. Sistem perintah suara dan pengoperasian sunroof misalnya, tidak selalu langsung responsif. Dalam beberapa kondisi, saya tetap harus kembali ke cara manual. Sedikit mengurangi kesan praktis yang sebenarnya sudah bagus. Test drive Jaecoo J7 SHS-P Beranjak ke bagian elektrifikasi, ini salah satu nilai jual utama. Mobil ini punya baterai 18,3 kWh dengan kemampuan V2L (Vehicle to Load). Artinya, Jaecoo J7 SHS bisa jadi sumber listrik berjalan. Daya yang bisa dikeluarkan bahkan sampai 3.300 watt. Saya langsung kepikiran, ini bisa dipakai buat camping atau bahkan kondisi darurat di rumah saat listrik padam. Dari kompor listrik, magic jar, sampai AC portable pun bisa memanfaatkan sumber tenaga ini. Pengisian dayanya juga fleksibel. Selain AC, mobil ini sudah mendukung fast charging DC hingga 40 kW. Test drive Jaecoo J7 SHS-P Ini jelas jadi kelebihan besar, terutama buat yang ingin memaksimalkan mode EV dengan jarak tempuh sekitar 100 km. Masuk ke bagian belakang, fitur power tailgate langsung terasa membantu. Tinggal tekan tombol, bagasi terbuka otomatis. Di dalamnya juga ada penutup (cover) untuk menjaga barang tetap tersembunyi. Simpel, tapi penting untuk keamanan dan kenyamanan. Dimensi yang besar juga benar-benar terasa manfaatnya di kabin belakang. Dengan panjang 4.500 mm, ruang kaki terasa sangat lega. Bahkan menurut saya di atas rata-rata kelasnya. Test drive Jaecoo J7 SHS-P Headroom juga masih lapang, apalagi kalau sunroof dibuka. Untuk keluarga, ini jelas nilai plus. Fitur di baris kedua juga cukup lengkap. Sudah ada tiga seatbelt tiga titik, ISOFIX untuk child seat, dua cup holder yang bisa jadi armrest, serta dermaga USB-A dan USB-C untuk pengisian daya. Termasuk tempat penyimpanan kecil juga tersedia, termasuk slot khusus untuk smartphone bagi penumpang belakang saat di-charge. Test drive Jaecoo J7 SHS-P lagi, ada catatan kecil. Kisi-kisi AC di belakang hanya satu, jadi distribusi udara terasa kurang merata kalau penumpang penuh. Ini mungkin terasa sepele, tapi dalam perjalanan jauh bisa jadi faktor kenyamanan, apalagi saat diisi 5 orang. Secara keseluruhan, menurut saya Jaecoo J7 SHS menawarkan kombinasi fitur yang lengkap dan benar-benar mendukung kepraktisan sehari-hari. Dari akses tanpa tombol, kemampuan V2L, sampai kabin yang luas, semuanya terasa relevan. Test drive Jaecoo J7 SHS-P Meski begitu, beberapa detail seperti respons fitur tertentu dan distribusi AC belakang masih bisa ditingkatkan. Tapi jika melihat paket keseluruhan, SUV ini sudah memberikan pengalaman yang cukup impresif, terutama buat yang mencari kendaraan modern dengan sentuhan elektrifikasi yang fungsional. Test drive Jaecoo J7 SHS-P Kesimpulan Kekurangan: fitur voice command tidak terlalu responsif, banyak fitur harus diakses hanya lewat layar, AC belakang kurang optimal Kelebihan: keyless entry dengan auto unlock/lock, bisa fast charging DC, ADAS lengkap seperti adaptive cruise control dan lane assist. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang