Honda NSR250 MC28 ini bukan sekadar motor lawas yang dipoles ulang. Di tangan builder Riswan Rusdiansyah, yang merupakan COO The Elite, motor dua tak legendaris asal Jepang ini tampil detail nyaris tanpa kompromi. Di tengah dominasi motor modern di arena The Elite Showcase di ICE BSD City (9/5/2026), NSR250 MC28 ini justru mencuri perhatian. Siluet khas motor Grand Prix era 1990-an dipertahankan, tapi dibalut sentuhan modern lewat material premium, detail karbon, sampai permainan livery yang terasa sangat motorsport. Modifikasi Honda NSR250R MC28 nya masih mempertahankan DNA asli NSR. Moncong depan kotak dengan lampu ganda khas motor balap era lawas tetap dipertahankan, begitu pula buritan tinggi yang menjadi identitas MC28. Namun seluruh tampilannya kini jauh lebih agresif dan bersih. Kombinasi warna hitam, merah, dan silver dibuat menyerupai motor balap HRC era kejayaan Honda di kelas dua tak. Menariknya, pemilik motor justru tidak memilih gaya karbon expose penuh seperti tren kebanyakan builder premium. Modifikasi Honda NSR250R MC28 Bodi Full Carbon Riswan mengatakan, basis motornya sendiri sudah sangat spesial karena populasinya kini makin langka di Indonesia. “Istimewanya dari motor ini, motor ini sudah jarang ada. Motor ini juga jadi salah satu benchmark dari motor 2 tak. Jadi gue dipercayakan untuk membangun, si NSR250 ini,” kata Riswan di Tangerang, beberapa waktu lalu. Hal paling menarik ada pada bodinya. Seluruh body kit menggunakan full dry carbon aftermarket dari Tyga Performance. Material ini biasanya sengaja diekspos untuk menunjukkan tekstur karbonnya. Tapi pada NSR ini justru dibuat berbeda. Modifikasi Honda NSR250R MC28 di The Elite Showcase “Dari unitnya saja sudah spesial, dan ini dibalut dengan spesial yang luar biasa. Kenapa? Biasanya orang kalau sudah karbon pasti diekspos, tapi sama beliau dicat. Disisakan hanya beberpaa bagian yang diekspos,” ujar Riswan. Keputusan tersebut membuat tampilan motor jadi lebih elegan. Serat karbon hanya terlihat di beberapa area seperti windshield, sepatbor depan, dan detail fairing tertentu. Sisanya ditutup finishing cat rapi hasil garapan Square Project. Livery HRC bergaya retro-modern juga terasa sangat pas dengan karakter motor. Logo Honda berukuran besar di fairing samping dipadukan aksen merah menyala dan grafis minimalis yang membuat tampilannya terlihat mahal tanpa banyak ornamen berlebihan. Modifikasi Honda NSR250R MC28 “Dan livery-nya beliau sendiri yang pilih, dan dibantu tim dari Garasi 64,” kata Riswan. Detail Kaki-kaki Jadi Sorotan Selain bodi, sektor kaki-kaki juga jadi bagian yang paling mencolok. Pelek karbon Rotobox langsung mengubah aura motor menjadi jauh lebih eksotis. Bentuk palangnya futuristis, kontras dengan desain motor yang klasik. “Setelah bodi yang karbon, peleknya juga karbon dari Rotobox,” ujar Riswan. Asal tahu saja, penggunaan bodi dengan material serat karbon sudah pasti menguras kocek. Belum lagi pelek yang juga terbuat dari bahan karbon. Modifikasi Honda NSR250R MC28 di The Elite Showcase Untuk diketahui, pelek motor premium asal Slovenia itu kerap dipilih para pemilik moge di atas 250 cc, seperti Ducati Panigale, Kawasaki ZX-25R/ZX-10R/H2, hingga BMW S1000RR. Di Indonesia, harga satu set berada di kisaran Rp 60 jutaan hingga Rp 90 jutaan. Penggunaan pelek karbon bukan cuma soal tampilan. Material ini terkenal ringan sehingga membantu mengurangi bobot. Efeknya, motor bisa terasa lebih lincah saat bermanuver. Detail lain yang menarik terlihat dari penggunaan suspensi depan upside down berwarna emas yang memberi nuansa motor balap era GP. Modifikasi Honda NSR250R MC28 Sistem pengereman depan menggunakan cakram ganda dengan kaliper performa tinggi, sementara area belakang dibuat sangat bersih tanpa banyak aksesori tambahan. Knalpot model racing dengan leher ekspansi khas mesin dua tak juga jadi pusat perhatian. Bentuknya dibuat mengikuti lekukan bodi sehingga tetap proporsional dilihat dari samping maupun belakang. Modifikasi Honda NSR250R MC28 di The Elite Showcase Area kokpit mempertahankan nuansa analog dan raw khas motor sport Jepang era 1990-an. Tangki dibuat polos dengan emblem sayap Honda merah yang langsung jadi focal point saat dilihat dari atas. Secara keseluruhan, modifikasi NSR250 MC28 ini terasa seperti perpaduan restorasi, motorsport heritage, dan sentuhan modern premium. Tidak berlebihan, tapi setiap detailnya mahal dan penuh perhitungan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang