Isu kenaikan harga saat pengiriman unit Jaecoo J5 belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Sejumlah pembeli mengaku diminta menambah biaya hingga sekitar Rp 10 juta saat unit akan dikirim, meski sebelumnya sudah melakukan pemesanan. Menanggapi hal tersebut, Jaecoo Indonesia memberikan penjelasan terkait skema harga yang diterapkan sejak awal pemesanan. Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Mohammad Ilham Pratama, mengatakan bahwa harga yang ditawarkan sejak awal memang bersifat tidak mengikat, termasuk saat konsumen melakukan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). "Bagi mereka yang SPK tahun 2025 harga Rp 299.900.000 dan akhirnya ada lock price warranty Rp 299.900.000 + Rp 8.000.000, karena akhir tahun belum ada keputusan insentif," kata Ilham, kepada Kompas.com, Minggu (26/4/2026). "Kemudian di 2026, harga Rp 299.900.000 + Rp 10.000.000 untuk price lock warranty, karena belum ada keputusan insentif. Dan sekarang harga Rp 309.000.000. Harga tersebut seluruhnya merupakan adanya price lock warranty dan harga tidak mengikat. Termasuk ketika SPK. Jadi, konsumen dapat segera memutuskannya untuk dapat membeli J5 EV,” lanjutnya. Jaecoo J5 EV Ia menjelaskan, tambahan biaya yang muncul tersebut berkaitan dengan skema price lock warranty, yang ditawarkan kepada konsumen untuk mengamankan harga di tengah ketidakpastian insentif kendaraan listrik. Pada periode awal, konsumen yang melakukan pemesanan di 2025 bisa mendapatkan harga Rp 299,9 juta dengan tambahan Rp 8 juta untuk skema penguncian harga. Sementara pada 2026, biaya price lock warranty meningkat menjadi Rp 10 juta. Seiring berjalannya waktu dan adanya kepastian harga terbaru, Jaecoo kini menetapkan harga resmi J5 EV di angka Rp 309,9 juta. Dengan demikian, skema price lock warranty sudah tidak lagi diterapkan. “Saat ini harga Rp 309.900.000. Dan sudah tidak ada lock price lagi,” kata Ilham. Dengan skema tersebut, Jaecoo menegaskan bahwa sejak awal konsumen telah diinformasikan bahwa harga bersifat tidak mengikat. Hal ini juga berkaitan dengan dinamika kebijakan insentif kendaraan listrik yang masih berubah-ubah. Meski demikian, kondisi ini menjadi perhatian bagi konsumen, terutama terkait transparansi harga dari tahap pemesanan hingga pengiriman unit. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang