Bos tim LCR Honda, Lucio Cecchinello, memberikan kabar terbaru mengenai kondisi pebalapnya, Johann Zarco, setelah mengalami kecelakaan mengerikan di tikungan pertama pada balapan utama MotoGP Catalunya, Minggu (17/5/2026). Balapan di Sirkuit Catalunya sempat diwarnai drama dua kali bendera merah (red flag). Insiden pertama terjadi pada lap 12 dari total 24 putaran, akibat tabrakan fatal antara Pedro Acosta (KTM) yang mengalami masalah teknis dan Alex Marquez (Gresini Racing) di trek lurus antara Tikungan 9 dan 10. Akibat kejadian tersebut, Alex Marquez langsung dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, balapan diputuskan untuk dimulai kembali (restart). Sial bagi Zarco, drama sesungguhnya baru dimulai pada prosedur restart ini. Sesaat setelah lampu start padam, pebalap asal Perancis tersebut terlibat tabrakan beruntun dengan Luca Marini dan Pecco Bagnaia di Tikungan 1. Livery baru LCR Honda MotoGP untuk musim 2026 Kaki Zarco bahkan sempat tersangkut dan terseret bersama motor Bagnaia. Red flag kembali dikibarkan agar tim medis bisa memberikan pertolongan pertama kepada Zarco di pinggir lintasan, sebelum akhirnya ia dilarikan ke rumah sakit setempat. Berbicara kepada TNT Sport, Lucio Cecchinello mengungkapkan rasa cemasnya sekaligus memberikan detail kondisi sang pebalap. "Saat ini dia sudah dibawa ke rumah sakit setempat. Tim medis akan melakukan tindakan MRI dan pemindaian (scan) untuk memeriksa secara pasti apa yang dia alami," ujar Cecchinello. Cecchinello menambahkan bahwa rasa sakit utama yang dirasakan Zarco berpusat pada bagian kaki kirinya, terutama di area paha atas atau femur. "Dia merasa sakit di kaki kiri, khususnya di sekitar lutut. Namun beruntung, tidak ada tanda-tanda gegar otak. Dia juga tidak mengalami cedera di bagian tubuh atas, kaki, maupun pergelangan kaki. Sepertinya rasa sakitnya hanya di area femur. Saya sangat berharap tidak ada kabar buruk yang datang," lanjutnya. Kecelakaan ini tentu menjadi pukulan telak bagi tim satelit Honda tersebut. Sepanjang akhir pekan di Catalunya, Zarco sebenarnya menunjukkan performa yang sangat impresif dan konsisten. Mantan pebalap Pramac itu sukses mengamankan posisi start kelima dan berhasil finis di posisi kelima saat sesi Sprint Race. Bahkan sebelum bendera merah pertama berkibar, Zarco mampu bersaing ketat di posisi enam besar. "Padahal saya baru saja berkomentar bahwa ini adalah akhir pekan yang sempurna bagi kami: posisi kelima di latihan bebas Jumat, kelima di kualifikasi, kelima di sprint, dan posisi keenam dengan selisih hanya 2,8 detik setelah setengah balapan berjalan. Sungguh sangat, sangat disayangkan akhir pekan kami harus berakhir seperti ini," ucap Cecchinello. Sebelum kecelakaan kedua terjadi, Zarco sebenarnya sempat mengalami memar di bagian kakinya akibat terkena serpihan komponen dari tabrakan antara Marquez dan Acosta. Namun, ia dinyatakan fit oleh tim medis untuk mengikuti prosedur restart. Berdasarkan dokumen resmi dari Steward FIM, Zarco dijadwalkan untuk menghadiri sidang dengar pendapat terkait insiden di Tikungan 1 tersebut. Kendati demikian, proses investigasi baru akan dilakukan setelah kondisi Zarco dinyatakan pulih dan siap memberikan keterangan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang