PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam mempercepat pengembangan infrastruktur jalan tol. Langkah ini dilakukan melalui anak usahanya, PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) selaku pengelola Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo (Jogja-Solo), dan PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) selaku pengelola Jalan Tol Yogyakarta-Bawen. Komitmen tersebut dipertegas melalui audiensi jajaran Direksi Jasa Marga dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Yogyakarta. Dalam pertemuan tersebut, Jasa Marga menyampaikan laporan perkembangan pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo dan Jalan Tol Jogja-Bawen, termasuk rencana percepatan pengembangan Akses Bokoharjo dari Exit Tol Purwomartani menuju wilayah selatan DIY. Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, kehadiran jalan tol diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antarwilayah di DIY. Tol Jogja-Solo-NYIA Kulonprogo Segmen Prambanan-Purwomartani "Kami diterima Gubernur DIY untuk melaporkan progres pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo dan Jalan Tol Jogja-Bawen, termasuk percepatan pengembangan Akses Bokoharjo dari Exit Tol Purwomartani. Pengembangan akses ini kami lakukan agar distribusi lalu lintas tidak terpusat di Jalan Adisutjipto, sekaligus memperkuat konektivitas menuju wilayah selatan DIY seperti Bantul dan sekitarnya," ujar Rivan dalam keterangan resminya, Jumat (7/8/2026). Lebih lanjut, Rivan mengatakan akses tersebut dapat dipersiapkan untuk beroperasi secara fungsional guna mendukung kelancaran arus Natal dan Tahun Baru 2026/2027 serta Lebaran 2027. Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut baik dan mendukung percepatan pembangunan jalan tol di wilayah DIY. Menurutnya, kualitas pekerjaan harus tetap dijaga agar manfaat infrastruktur tersebut segera dirasakan masyarakat. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama PT Jasa Marga (Persero) Tbk mempercepat pembangunan akses Bokoharjo di Jalan Tol Solo?Yogyakarta?NYIA Kulonprogo segmen Prambanan?Purwomartani untuk mendukung konektivitas menuju kawasan wisata Ratu Boko. "Jasa Marga menyampaikan laporan kemajuan pembangunan tol yang diharapkan bisa dipercepat, termasuk pembebasan lahan. Sejauh ini tidak ada masalah. Yang terpenting bagi saya adalah kualitas pekerjaannya baik dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat," katanya. Progres Berdasarkan data per 24 Juni 2026, progres fisik Jalan Tol Jogja-Solo Paket 1.2 Segmen Prambanan-Purwomartani sepanjang 11,48 km telah mencapai 92,54 persen atau berada di atas target dengan deviasi positif 0,20 persen. Pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen Seksi 6 Ruas Ambarawa-Bawen sepanjang 4,98 km telah mencapai progres konstruksi 98,68 persen per 3 Juli 2026 dan diproyeksikan mulai beroperasi pada akhir 2026. Sementara itu, kesiapan lahan untuk Akses Bokoharjo per 1 Juli 2026 telah mencapai 99,38 persen. Dengan rampungnya seluruh dokumen Rencana Teknik Akhir (RTA), proyek ini siap segera dieksekusi secara masif agar dapat beroperasi tepat waktu. Akses Bokoharjo nantinya akan terhubung secara terintegrasi dengan Yogyakarta Outer Ring Road (YORR) 2 serta rute alternatif Prambanan-Gading yang menjadi jalur utama menuju kawasan selatan DIY. Kehadiran akses ini diharapkan menjadi alternatif distribusi lalu lintas dan mempermudah mobilitas masyarakat di DIY. Tol Jogja-Solo-NYIA Kulonprogo segmen Prambanan-Purwomartani siap fungsional tanggal 16 Maret 2026 Menurut Rivan, keberadaan Akses Bokoharjo juga akan mempermudah akses menuju sejumlah destinasi wisata unggulan. "Akses ini akan menjadi gerbang utama yang mempermudah mobilitas wisatawan menuju klaster destinasi favorit seperti Istana Ratu Boko, Candi Prambanan, hingga Tebing Breksi. Kami berharap kehadiran akses ini dapat menjadi pintu masuk tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, sehingga sektor pariwisata Yogyakarta dan Gunungkidul berkembang secara berkelanjutan," ucapnya.