Menaruh dua jari di tuas rem sepeda motor sering dianggap membuat pengereman lebih cepat. Kebiasaan ini biasanya dilakukan dengan posisi telunjuk dan jari tengah sudah berada di atas tuas rem, sementara tangan tetap memutar gas. Namun, posisi tersebut justru dapat menyulitkan pengendara ketika harus melakukan pengereman mendadak. Sebab, dalam situasi panik, tangan cenderung langsung menarik tuas rem tanpa terlebih dahulu menutup gas. Instruktur Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM) Hendrik Ferianto mengatakan, pengendara sebaiknya tidak membiasakan jari berada di tuas rem saat berkendara. "Jadi, kesalahan yang pertama adalah banyak pengendara yang dalam tanda kutip, menggunakan dua jari ketika pengereman atau standby dua jari ketika pengereman," katanya di Semarang, Rabu (7/10/2026). Cari Aman Academy 2026 Alasan Menurut Hendrik, kebiasaan tersebut memang terasa praktis, terutama ketika pengendara harus mengurangi kecepatan. Namun, pengendara juga perlu memahami bahwa pengoperasian gas dan rem memiliki fungsi yang berbeda. "Beberapa orang mengatakan ini efektif, praktis untuk pengereman. Pertanyaan saya begini, kalau kita naik mobil, boleh enggak kaki kiri saya di atas rem? Enggak boleh," katanya. "Alasannya sederhana. Kenapa kaki kiri di atas rem? Supaya kalau mau ngegas, kita lepas rem. Kalau mau ngerem, kita lepas gas. Berarti ngegas sama ngerem tidak boleh berbarengan," ujarnya. Prinsip pada mobil tersebut juga perlu dipahami pengendara sepeda motor. Ketika akan melakukan pengereman, pengendara perlu terlebih dahulu menutup gas sehingga motor tidak terus mendapatkan dorongan tenaga ketika rem digunakan. Hendrik Ferianto, Instruktur Safety Riding di PT Astra Honda Motor (AHM) "Yang benar adalah, jari itu enggak boleh standby di (tuas) rem. Jadi (Jari) menggenggam setang. Itu lebih ideal," kata Hendrik. Risiko Risiko menaruh jari di tuas rem semakin terlihat ketika pengendara menghadapi situasi yang tidak terduga. Hendrik memberikan contoh ketika motor melaju kencang. Tiba-tiba ada objek yang melintas dan pengendara terkejut. Dalam kondisi panik, respons pertama yang muncul bisa langsung menarik rem. Masalahnya, jika jari sudah berada di tuas rem sementara tangan masih membuka gas, pengendara berpotensi melakukan pengereman tanpa menutup gas terlebih dahulu. Jari di tuas rem "Paling gampang begini. Coba misalkan tangannya pada posisi dua jari, standby. Kita buka kecepatan 60 kpj, tiba-tiba ada kucing lewat. Kaget. Refleksnya ngerem. Tapi bisa engga tutup gas? Enggak bisa," katanya. "Apa yang terjadi, roda depan terkunci, roda belakangnya spin. Set, kemudian anda akan jatuh," kata Hendrik. Karena itu, posisi tangan saat berkendara perlu diperhatikan. Sebab kondisi yang kurang tepat dapat membuat pengendara kehilangan kendali terhadap motor. Pengendara sebaiknya membiasakan diri mengoperasikan gas dan rem secara tepat, bukan sekadar mencari posisi yang dianggap paling cepat untuk mengerem.