Ketebalan kampas rem bisa makin menipis bila sering digunakan, khususnya saat perjalanan jauh melewati lalu lintas macet atau pegunungan. Ketika kampas rem sudah habis, sebaiknya pengemudi segera melakukan tindakan dengan tidak terus memaksakan kendaraan melaju. Pasalnya, kampas rem habis bisa membuat kemampuan pengereman berkurang dan memicu kecelakaan. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan, tanda-tanda kampas rem mobil mulai habis atau sudah tipis bisa dirasakan saat perjalanan. “Muncul bunyi abnormal saat mengerem, sumbernya dari area roda, bisa jadi itu bunyi kawat indikator kampas rem yang sudah menyentuh cakram, artinya kampas sebaiknya segera diganti, ketebalan kampas sisa sekitar 2 mm,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Jumat (25/12/2025). Kawat indikator kadang tak selalu ada di semua sisi kampas rem, sehingga ketika bagian kampas yang tipis adalah kampas tanpa indikator juga akan menimbulkan bunyi abnormal, namun kondisinya lebih bahaya. “Bila kampas suda benar-benar habis, maka cakram akan bergesekan dengan logam, suara pengereman menjadi kasar, di pedal terasa bergetar, dan bisa tercium bau gosong besi, ini sudah parah,” ucap Imun. Proses pelumasan ulang kampas rem mobil Saat kondisi kampas sudah habis, maka akan terjadi penurunan performa pengereman. Sehingga, rem menjadi terasa lebih dalam dan jarak pengereman lebih panjang. “Pada kondisi tertentu lampu indikator rem bisa menyala, tapi ini sebenarnya hanya menginfokan level minyak rem, karena saat kampas habis level minyak rem akan makin turun, mengisi ruang ketika piston makin maju,” ucap Imun. Saat pengemudi mendeteksi adanya tanda-tanda kampas rem mobil habis, sebaiknya segera berhenti untuk memeriksa kampas rem. Bila benar sudah habis, tak disarankan lanjut perjalanan sebelum kampas rem diganti. Ilustrasi minyak rem mobil “Rem bisa blong, cakram aus dan lebih mahal perbaikannya, dari segi keselamatan sih yang paling penting, karena rem habis bisa meningkatkan risiko kecelakaan,” ucap Imun. Jadi, bila tanda-tanda di atas sudah muncul, sebaiknya, pengemudi tidak terus memaksakan mobil melaju tanpa memeriksa rem terlebih dulu. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang