Memilih bahan bakar minyak (BBM) untuk mobil tidak cukup hanya berdasarkan harga atau angka *Research Octane Number* (RON) yang paling tinggi. Setiap mesin memiliki kebutuhan oktan yang berbeda, tergantung pada spesifikasi dan karakteristik pembakarannya. Penggunaan BBM sebaiknya disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan. RON merupakan angka yang menunjukkan kemampuan bahan bakar menahan terjadinya detonasi atau knocking pada mesin. Semakin tinggi RON, semakin besar kemampuan BBM menahan tekanan dan temperatur sebelum terbakar secara tidak terkendali. Ilustrasi SPBU. Sebaliknya, penggunaan BBM dengan RON di bawah rekomendasi mesin berpotensi menimbulkan masalah, terutama pada mesin dengan rasio kompresi tinggi. Service Head Auto2000 Cilandak Sapta Agung Nugraha mengatakan, penggunaan BBM dengan RON yang lebih rendah dari kebutuhan mesin dalam jangka panjang dapat memicu masalah pada sejumlah komponen. "Dalam jangka panjang berpengaruh kepada mesin terutama menimbulkan kerak pada ruang bakar, piston, katup, ring piston akibat pembakaran yang kurang sempurna," katanya kepada Kompas.com, Senin (28/9/2026). Sesuai Spesifikasi Marketing Div. Head Auto2000 Nur Imansyah Tara mengatakan, penggunaan BBM dengan RON yang sesuai rekomendasi pabrikan membuat mesin bekerja sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Toyota Veloz Hybrid "Bila konsumen menggunakan BBM RON tinggi, maka tentu saja sudah sesuai dengan rekomendasi pabrikan, sehingga secara penggunaan untuk mesin mobil cenderung aman," katanya kepada Kompas.com, Rabu (30/9/2026). Meski demikian, penggunaan BBM dengan RON lebih tinggi tidak serta-merta membuat mobil menjadi lebih bertenaga atau lebih irit. Karakter mesin, penyetelan, kondisi kendaraan, hingga gaya mengemudi turut memengaruhi hasil yang dirasakan. Mesin Toyota New Veloz Hybrid EV Perfoma Pada kondisi tertentu, perbedaan RON juga tidak akan langsung terasa dalam performa apabila mesin memang tidak dirancang untuk memanfaatkan karakter bahan bakar tersebut. "Namun tidak serta merta atau secara langsung dapat menaikkan performa kendaraan atau menjadi lebih efisien," katanya. "Karena kembali lagi, hal tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor apakah itu setelan mesinnnya, atau cara mengemudikan kendaraan," ujar Tara.