Salah satu sudut jalan Jakarta. Berbeda dengan Jakarta yang cenderung lengang saat puncak arus mudik, kondisi lalu lintas di Bandung justru masih menunjukkan kepadatan di sejumlah titik. Kota tujuan favorit pemudik dan wisatawan ini tetap dipadati kendaraan, terutama di jalur utama dan pusat kota. Berdasarkan pemantauan VIVA Otomotif pada Rabu, 19 Maret 2026, tingkat kemacetan di Bandung tercatat sebesar 17 persen. Angka ini memang lebih rendah dibandingkan kondisi normal, namun tetap menunjukkan adanya aktivitas lalu lintas yang cukup tinggi. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Kecepatan rata-rata kendaraan di Bandung berada di angka 25 km per jam, hanya sedikit lebih tinggi sekitar 2,9 km per jam dari kondisi biasanya. Hal ini menandakan arus kendaraan masih bergerak, namun belum sepenuhnya lancar seperti di kota yang ditinggalkan pemudik.Dalam waktu tempuh 15 menit, kendaraan hanya mampu menempuh jarak sekitar 6,3 kilometer. Angka tersebut mencerminkan kondisi jalan yang masih diwarnai perlambatan di beberapa ruas.Data juga mencatat terdapat lima titik kemacetan dengan total panjang antrean mencapai 2,5 kilometer. Titik-titik ini umumnya berada di kawasan pusat aktivitas dan jalur penghubung antarwilayah yang menjadi akses utama kendaraan.Jika melihat peta lalu lintas, warna kuning hingga merah masih mendominasi di sejumlah ruas jalan utama Bandung. Meski begitu, beberapa jalur alternatif terlihat lebih lancar dan dapat menjadi pilihan pengendara untuk menghindari kepadatan.Tren dalam tujuh hari terakhir menunjukkan bahwa Bandung tetap mengalami fluktuasi kemacetan, terutama pada akhir pekan dan jam-jam sibuk. Lonjakan kepadatan biasanya terjadi pada sore hingga malam hari seiring meningkatnya aktivitas masyarakat.Grafik juga memperlihatkan perbedaan tipis antara kondisi lalu lintas aktual dengan pola normal harian. Artinya, meskipun sedang dalam periode mudik, Bandung tetap menjadi tujuan perjalanan sehingga volume kendaraan tidak turun drastis.Kecepatan kendaraan pun terlihat relatif stabil, meski sempat mengalami penurunan pada jam tertentu. Hal ini mengindikasikan adanya penumpukan kendaraan yang bersifat sementara di beberapa titik krusial. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Kondisi ini dipengaruhi oleh peran Bandung sebagai destinasi wisata favorit selama libur Lebaran. Banyaknya kendaraan dari luar kota yang masuk membuat lalu lintas tetap ramai, berbeda dengan kota asal seperti Jakarta yang cenderung ditinggalkan.Dengan demikian, suasana lalu lintas di Bandung saat ini berada dalam kondisi ramai terkendali. Pengendara diimbau untuk tetap memperhatikan kondisi jalan dan memilih waktu perjalanan yang tepat guna menghindari kemacetan yang lebih parah.