Perbandingan efisiensi mobil listrik dan hybrid semakin relevan di tengah harga BBM yang fluktuatif. Mobil hybrid kerap dianggap sebagai jalan tengah, lebih hemat daripada bensin tanpa perlu bergantung penuh pada listrik. Kali ini, saya membandingkan Jaecoo J5 EV dan Toyota Yaris Cross Hybrid. Jaecoo J5 EV Keduanya menawarkan teknologi elektrifikasi, namun dengan dua pendekatan berbeda. Dari sisi spesifikasi, J5 EV mengandalkan motor listrik sepenuhnya dengan konsumsi energi rata-rata 11,4 kWh per 100 Km. Harganya Rp 299,9 juta, jadi pilihan SUV listrik murah saat ini di Indonesia. Artinya, satu kWh bisa menempuh sekitar 8,7 Km, bahkan mendekati 10 Km dalam kondisi optimal. Sementara Yaris Cross Hybrid dibekali mesin 1.500 cc yang menghasilkan tenaga 90 TK dan torsi 121 Nm. Tersedia beberapa varian dengan harga mulai Rp 399 juta sampai Rp 460 jutaan untuk varian tertinggi. Motor listriknya menyumbang 79 TK dan 141 Nm, dengan tenaga gabungan mencapai 160 TK dan torsi 262 Nm. Untuk efisiensi, berdasarkan pengujian Kompas.com, Yaris Cross Hybrid mencatat konsumsi bahan bakar 24,5 Km per liter. Angka tersebut diraih dalam kombinasi jalan padat dan jalur bebas hambatan. Agar adil, saya menggunakan simulasi harian Bogor–Jakarta pulang-pergi sejauh 100–120 Km selama 30 hari. Total jarak tempuh berkisar 3.000 Km hingga 3.600 Km per bulan. Dengan harga Pertamax Rp 12.300 per liter, Yaris Cross Hybrid membutuhkan sekitar 122–147 liter bensin per bulan. Biaya bahan bakarnya berkisar Rp 1,5 juta hingga Rp 1,81 juta. Sementara itu, J5 EV membutuhkan sekitar 342–410 kWh listrik per bulan. Jika pengisian dilakukan di rumah dengan tarif Rp 1.444 per kWh, biaya yang dikeluarkan berkisar Rp 494.000 hingga Rp 593.000. Jika menggunakan SPKLU dengan tarif sekitar Rp 2.400–Rp 2.500 per kWh, biaya pengisian naik menjadi Rp 820.000 hingga Rp 1,02 juta per bulan. Meski lebih mahal, biayanya masih di bawah mobil hybrid. Dari simulasi tersebut, selisih biaya operasional antara keduanya mencapai Rp 480.000 hingga Rp 1,31 juta per bulan. Kesimpulan Ini menunjukkan mobil listrik tetap unggul dari sisi biaya, meski hybrid sudah jauh lebih efisien dibanding mobil bensin konvensional. Tetapi, mobil hybrid tetap ada keunggulannya ketimbang mobil listrik murni. Mobil hybrid masih lebih praktis dan bebas khawatir karena tidak perlu takut akan jarak tempuh dan memikirkan di mana lokasi tempat mengecas terdekat. Selain itu, soal jaringan servis, nama besar Toyota menjamin akses yang lebih luas ketimbang Jaecoo yang relatif masih minim kalau dibandingkan. Serta Yaris Cross Hybrid yang sudah lebih dulu hadir di Indonesia punya keunggulan dari segi ketersediaan suku cadang. Terkadang mobil baru seperti J5 EV ada keterbatasan jika mencari sparepart saat ada kerusakan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang