Aprilia resmi meluncurkan RS-GP 2026, motor yang akan digunakan pada musim terakhir era MotoGP 1000 cc. Dengan desain mesin yang sudah dibekukan sesuai regulasi, perbedaan utama RS-GP 2026 dibanding versi sebelumnya terletak pada pengembangan sektor elektronik dan aerodinamika. Direktur Teknis Aprilia, Fabiano Sterlacchini, mengatakan fokus tersebut diarahkan untuk meningkatkan kepercayaan diri pebalap sekaligus mengejar peningkatan performa dalam detail yang sangat kecil, terutama pada akselerasi dan pengereman. “Dalam hal elektronik, mungkin Anda melihat sepanjang musim bahwa kami cukup banyak fokus, juga dengan mempertimbangkan masukan dari para pebalap, untuk membuat moto lebih stabil,” ujar Sterlacchini dikutip dari Crash, Minggu (18/1/2026). Aprilia MotoGP 2026 Menurut Sterlacchini, motor dengan performa tinggi sekalipun tidak akan efektif jika sulit dikendarai hingga batas maksimal. “Karena saya selalu mengatakan, Anda bisa saja memiliki tingkat performa setinggi apa pun, tetapi jika motor sulit dipacu hingga batasnya, pebalap akan menyisakan margin, bukan? Pada akhirnya, mereka justru menjadi lebih lambat,” katanya. Pada RS-GP 2026, pengembangan elektronik difokuskan pada kontrol traksi, baik saat keluar maupun masuk tikungan. “Jadi, pada sektor elektronik kami tentu bekerja di area kontrol traksi, terutama saat keluar tikungan, tetapi juga saat masuk tikungan,” ujarnya. Sterlacchini menjelaskan, optimalisasi pemanfaatan ban belakang berperan penting dalam meningkatkan performa pengereman. Aprilia MotoGP 2026 “Karena setiap kali Anda bisa memanfaatkan manfaat ban belakang untuk membantu menghentikan motor, Anda bisa mengerem lebih lambat. Dengan begitu, Anda bukan hanya lebih efektif saat menyalip, tetapi juga bisa mencatatkan waktu putaran yang lebih baik,” katanya. Selain itu, Aprilia juga melakukan penyempurnaan detail lain yang lebih spesifik. “Namun di saat yang sama, ada hal-hal yang bisa dibilang eksotis, seperti membuat wheelie control lebih halus dan mengejar tambahan akselerasi 0,0001 g. Karena semuanya harus benar,” ujarnya. Dari sisi aerodinamika, Sterlacchini menuturkan bahwa pengembangan RS-GP 2026 tetap berada dalam kompromi antara downforce dan drag. “Aerodinamika biasanya merupakan kompromi antara downforce dan drag, karena jika Anda meningkatkan downforce di bagian depan, maka drag juga akan meningkat,” katanya. Aprilia MotoGP 2026 Meski demikian, hubungan keduanya tidak selalu linier. Menurut Sterlacchini, drag justru bisa memberikan keuntungan pada fase tertentu, terutama saat pengereman. “Namun drag, misalnya, membantu menghentikan motor. Jadi Anda perlu menghasilkan drag saat pengereman, tetapi tidak [untuk kecepatan puncak] di lintasan lurus utama,” ujarnya. Sterlacchini menyebut pendekatan aerodinamika RS-GP 2026 bertujuan untuk mendapatkan karakter paling optimal di setiap fase berkendara. “Apa yang kami inginkan dari sisi aerodinamika adalah ‘menarik selimutnya’,” katanya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang