Ducati mengakui mengambil inspirasi dari Aprilia Racing dalam pengembangan perangkat aerodinamika terbaru, sayap bodi, khususnya di bagian belakang. Hal ini terlihat dari penggunaan rear aero baru dan ‘leg wings’ pada motor pabrikan yang dikendarai Marc Marquez dan Francesco Bagnaia pada MotoGP Amerika Serikat lalu. Langkah tersebut menegaskan bahwa persaingan aerodinamika di MotoGP kini semakin terbuka. Jika sebelumnya Ducati dikenal sebagai pelopor lewat penggunaan winglet sejak 2015, kini justru mulai mengadopsi ide dari rival. Aprilia sendiri dalam beberapa seri terakhir tampil sebagai inovator, salah satunya lewat konsep ‘leg wings’, yaitu sayap kecil di area belakang kaki pebalap yang berada di luar batas regulasi homologasi. Marc Marquez saat sesi tes resmi Buriram 2026 Melihat performa kompetitif Aprilia, rival sesama Italia yaitu Ducati tak ragu untuk mempelajari dan mengembangkan konsep serupa. Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, tidak malu dan secara terbuka mengakui hal tersebut. “Sudah jelas bahwa anda harus selalu melihat siapa yang memimpin, dan saat ini tampaknya Aprilia tampil sangat baik, jadi kenapa tidak melihatnya,” ujar Tardozzi dikutip dari Crash, Jumat (10/4/2026). Selain ‘leg wings’, Ducati juga memperkenalkan desain sayap belakang baru yang menggabungkan elemen sirip vertikal dengan profil sayap konvensional untuk meningkatkan downforce. Dengan regulasi yang kini membatasi pengembangan fairing depan, para pabrikan dituntut lebih kreatif di area lain. Alhasil, bagian belakang motor kini menjadi fokus utama pengembangan. Pebalap Italia dari Aprilia Racing Marco Bezzecchi beraksi dalam MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 1 Maret 2026. (Foto oleh Lillian SUWANRUMPHA / AFP) Penggunaan aero baru ini diklaim memberikan peningkatan stabilitas, terutama di tikungan cepat. Meski demikian, hasil balapan menunjukkan bahwa pengembangan tersebut masih perlu penyempurnaan. Bagnaia sempat tampil kompetitif di Sprint, tetapi akhirnya disalip oleh pebalap Aprilia, Jorge Martin. Pada balapan utama, performanya menurun akibat degradasi ban hingga finis di posisi ke-10. Sementara itu, Marquez berhasil finis kelima setelah menjalani hukuman long lap penalty. Menariknya, pebalap VR46, Fabio di Giannantonio, justru menjadi Ducati terbaik dengan finis keempat tanpa menggunakan aero terbaru tersebut. Di sisi lain, dominasi Aprilia semakin terlihat lewat kemenangan beruntun Marco Bezzecchi, yang bahkan tetap kompetitif meski bagian belakang motornya mengalami kerusakan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang