Marco Bezzecchi menjadi pebalap tercepat pada seri kedua MotoGP 2026 yang digelar di Sirkuit Ayrton Senna, Brasil, Minggu (22/3/2026). Meski tampil kurang meyakinkan pada sesi latihan hingga kualifikasi, Bezzecchi mampu bangkit pada balapan utama. Salah satu faktor penentunya adalah perubahan setelan motor serta dorongan dari mentornya, Valentino Rossi. “Vale mengirim pesan kepada saya. Dia bilang saya sedang dalam tren bagus, ‘ayo terus, Bez!’ Saya percaya itu dan saya merasa baik,” ujar Bezzecchi dikutip Crash.net, Selasa (24/3/2026). Marco Bezzecchi melamar motornya setelah menang MotoGP Valensia Hasil ini menjadi kemenangan keempat secara beruntun bagi pebalap asal Italia tersebut, sekaligus memimpin klasemen sementara dengan keunggulan 11 poin atas rekan setimnya, Jorge Martin. Bezzecchi sempat kesulitan pada sesi latihan Jumat (20/3/2026) dan gagal langsung menembus Q2 (kualifikasi-2) akibat kendala adaptasi dengan kondisi lintasan. Performa mulai membaik saat kualifikasi. Ia lolos dari kualifikasi pertama dan mengamankan posisi start kedua, sebelum finis keempat pada sprint race. Evaluasi tim pada Sabtu (21/3/2026) malam menjadi titik balik. Penyesuaian setelan motor, termasuk penggunaan ban belakang medium, membuatnya lebih nyaman sejak awal balapan utama. “Melihat hari Jumat, saya tidak menyangka bisa menang. Tapi kami melakukan banyak perbaikan dan saya langsung merasa nyaman sejak awal hari Minggu,” kata dia. Bezzecchi juga mengakui sempat frustrasi dengan performanya di awal akhir pekan. Namun, analisis data membantu tim menemukan solusi yang berujung pada hasil maksimal. PebalapAprilia Racing, Marco Bezzecchi, beraksi dalam sesi Practice di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 27 Februari 2026, jelang Grand Prix MotoGP Thailand. (Foto oleh Lillian SUWANRUMPHA / AFP) “Kondisinya memang sulit, tapi itu sama untuk semua pebalap. Kami berhasil memaksimalkan situasi,” ujarnya. Ia menambahkan, kepercayaan dirinya mulai meningkat setelah kualifikasi, meski hasil sprint race belum sepenuhnya sesuai harapan. “Memang saya sempat gugup, tapi saya tahu kualifikasi itu krusial. Meski hasil sprint belum ideal, saya yakin masih ada yang bisa diperbaiki,” ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang