Pemilik mobil listrik yang ingin memasang karpet tambahan di kabin perlu memperhatikan bentuk lantai kendaraan. Pasalnya, setiap mobil memiliki kontur lantai yang berbeda. Pada mobil listrik, terdapat pula bagian lantai yang menyesuaikan dengan konstruksi baterai. Salah satu pilihan yang bisa digunakan adalah karpet custom fit seperti model 7D. Pemilik Bali Interior di Mega Glodok Kemayoran (MGK), Jakarta Pusat, Robby Tri Prayogo, mengatakan, karpet 7D dibuat dengan mengukur langsung bentuk lantai kendaraan sehingga bisa mengikuti lekukannya. "Kalau 7D kita ukur sesuai dengan bentuk mobilnya, jadi sesuai dengan bentuk lekukannya, lebih custom fit deh," kata Roby, kepada Kompas.com, Selasa (29/9/2026). Karena dibuat berdasarkan model kendaraan, karpet 7D tidak menggunakan ukuran yang sama untuk semua mobil. Setiap tipe mobil memiliki pola tersendiri sehingga karpet bisa menyesuaikan bentuk lantai kabin. Karpet 7D dibuat mengikuti lantai mobil Menurut Roby, salah satu perbedaan karpet 7D dengan karpet universal adalah bentuknya yang dibuat khusus untuk kendaraan tertentu. Karpet tersebut juga memiliki sistem antiselip sehingga posisinya tidak mudah bergeser ketika digunakan, sehingga lebih aman. Berbeda dengan karpet universal yang umumnya berbentuk lembaran dan bisa digunakan untuk berbagai jenis mobil. Karena tidak dibuat berdasarkan pola kendaraan tertentu, model ini lebih sederhana dan bisa dipilih bagi pemilik mobil yang hanya membutuhkan lapisan tambahan pada lantai kabin. "Jadi anti slipnya dapet, tidak mengganggu pedal gas," ujar dia. Roby mencontohkan, karpet yang dibuat untuk satu model mobil tidak bisa begitu saja dipindahkan ke model lain. "Jadi kalau misalkan mobil BYD Atto 1, untuk polanya kita buat menyesuaikan mobil tersebut, jadi khusus untuk Atto 1 saja. Tidak bisa dipindah-pindah itu karpetnya," kata Roby. karpet mobil Bagaimana dengan bagian lantai tempat baterai? Keberadaan bagian lantai yang menyesuaikan konstruksi baterai juga tidak menjadi kendala dalam pembuatan karpet custom fit. Roby mengatakan, bagian tersebut akan diperhitungkan ketika pola karpet dibuat. "Mau ada baterainya, mau ibaratnya kayak mobil-mobil yang ada APAR saja tetap kita buat polanya," ujar Roby. Dengan begitu, karpet dibuat mengikuti bentuk dan lekukan lantai kendaraan, termasuk bagian yang memiliki tonjolan atau perangkat tertentu. Karena itu, untuk pemilik mobil listrik yang ingin menambah karpet, jenis custom fit seperti 7D bisa menjadi salah satu pilihan yang disesuaikan dengan bentuk kendaraan. Harga lebih mahal Karena dibuat secara khusus, harga karpet 7D juga lebih mahal dibandingkan model universal. Jika karpet universal umumnya dibanderol mulai Rp 300.000 sampai Rp 350.000, untuk karpet 7D dijual mulai Rp 2,5 juta untuk mobil dua baris seperti BYD Atto 1. Harga tersebut sudah mencakup bagian hingga bagasi dan punggung jok belakang.