Leapmotor mengonfirmasi rencana untuk masuk ke sektor robotika terintegrasi. Produsen kendaraan energi baru (NEV) asal China tersebut menyatakan akan mengumumkan detail bisnis barunya dalam waktu dekat. Dikutip dari Cnevpost.com, Rabu (26/8/2026), CFO Leapmotor, Li Tengfei, mengatakan, perusahaan telah menyusun rencana untuk mengembangkan bisnis robotika. Hal tersebut disampaikan Li dalam konferensi pers terkait laporan keuangan semester pertama, belum lama ini. Meski demikian, Li belum mengungkapkan secara rinci bentuk produk yang akan dikembangkan, perkembangan riset dan pengembangannya, maupun besaran investasi yang disiapkan. Menurut Li, Leapmotor memiliki modal yang cukup kuat untuk masuk ke sektor robotika. Sebagai produsen NEV dengan kemampuan riset dan pengembangan (R&D) internal yang lengkap, Leapmotor dinilai termasuk perusahaan yang paling siap mengembangkan robot terintegrasi. Robot humanoid China SeeLight S1 disebut mampu mengambil makanan, memanaskannya menggunakan microwave, membersihkan meja makan, hingga melipat pakaian dan menyimpannya ke lemari. Mulai Siapkan Anak Usaha Langkah Leapmotor masuk ke bisnis robotika sebelumnya sudah mulai terlihat dari catatan pendaftaran perusahaan. Huzhou Lingsheng Precision Manufacturing Co Ltd, yang merupakan anak perusahaan Leapmotor, didirikan pada akhir Juli. Ruang lingkup bisnis perusahaan tersebut mencakup manufaktur robot industri, pengembangan robot cerdas, hingga produksi suku cadang otomotif. Wakil Presiden Senior Leapmotor sekaligus Kepala Lini Produk Penggerak Listrik, Wu Cun, tercatat sebagai perwakilan hukum perusahaan tersebut. Kendati demikian, Leapmotor belum menjelaskan secara spesifik peran Huzhou Lingsheng Precision Manufacturing dalam rencana bisnis robotika mereka. Dua robot humanoid Unitree G1 membantu prosedur operasi bedah pada babi hidup dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Nature. Seluruh gerakan robot dikendalikan dari jarak jauh oleh ahli bedah. Tren Robot Humanoid Langkah Leapmotor tersebut sekaligus mengikuti tren yang mulai berkembang di kalangan pabrikan otomotif China. Sejumlah produsen kendaraan asal Negeri Tirai Bambu juga mulai memperluas bisnisnya ke sektor robot humanoid. Beberapa di antaranya adalah BYD, Xpeng, GAC, dan Chery. Robot humanoid mulai dipandang sebagai salah satu bidang baru yang berpotensi berkembang, terutama untuk kebutuhan manufaktur, logistik, hingga layanan. Bagi perusahaan otomotif, masuk ke sektor tersebut juga dinilai memiliki keterkaitan dengan kemampuan riset dan pengembangan yang sudah mereka miliki. Teknologi seperti motor listrik, baterai, semikonduktor, kecerdasan buatan, serta sistem kendali menjadi fondasi yang dapat digunakan untuk mengembangkan robot humanoid. Tren tersebut membuat batas antara industri otomotif dan robotika semakin tipis. Setelah mengembangkan kendaraan listrik dan teknologi ADAS, sejumlah pabrikan China kini mulai melihat robot humanoid sebagai bagian dari ekspansi teknologi mereka.