JAKARTA, KOMPAS.com - Perkembangan teknologi otomotif kini tidak hanya soal kendaraan listrik atau fitur pintar pada mobil. Pabrikan otomotif mulai melirik teknologi robotika untuk mendukung aktivitas di industri kendaraan. Salah satunya dilakukan oleh Chery melalui AiMOGA Robotics. Perusahaan tersebut mengembangkan robot humanoid bernama Mornine yang kini mulai dipersiapkan untuk ekspansi ke pasar global. Mornine berhasil mencatatkan sejarah sebagai robot humanoid pertama di dunia yang mendapatkan tiga sertifikasi dan standar Uni Eropa yang mencakup aspek hardware dan software. Tiga sertifikasi tersebut meliputi CE-MD (Machinery Safety Directive), EN 18031 (Cybersecurity and Data Protection), dan CE-RED (Radio Equipment Directive). Robot Buatan Chery Ini Sudah Dipakai di Diler Mobil Bagi industri otomotif, kehadiran robot humanoid seperti Mornine bukan sekadar teknologi futuristis. Robot ini sudah mulai diterapkan dalam berbagai aktivitas nyata, termasuk di jaringan diler otomotif. AiMOGA menyebut, Mornine telah diterapkan di jaringan diler di Indonesia, Malaysia, dan Afrika Selatan. Robot tersebut dapat menjalankan sejumlah fungsi seperti memberikan panduan kepada pengunjung, membantu konsultasi, menerima tamu, hingga mendukung interaksi dengan pelanggan di lingkungan ritel otomotif. Robot Humanoid AiMOGA Mornine Hingga saat ini, produk dan solusi robotika AiMOGA telah diterapkan dalam lebih dari 100 skenario penggunaan nyata (real-world use cases) di berbagai sektor industri di seluruh dunia. Perusahaan robotika ini juga telah memperluas jangkauannya ke lebih dari 60 negara dan wilayah. Dapat Sertifikasi Keamanan Hardware dan Software President of Chery International sekaligus President of AiMOGA Robotics, Zhang Guibing, mengatakan sertifikasi yang diraih Mornine bukan hanya menjadi formalitas administratif, tetapi menjadi bagian penting sebelum robot digunakan dalam kehidupan nyata. "Bagi AiMOGA Robotics, sertifikasi tidak pernah sekadar menjadi tahapan administratif, melainkan menjadi awal perjalanan sebuah robot menuju penerapan di dunia nyata. Kami selalu menempatkan keselamatan, keandalan sistem operasional, serta perlindungan data sebagai prioritas utama," kata Zhang Guibing, dalam keterangan resmi, Senin (7/9/2026). Menurutnya, keberhasilan Mornine memenuhi standar Uni Eropa untuk hardware dan software menunjukkan kesiapan teknologi tersebut untuk digunakan secara lebih luas. Sertifikasi Mornine dilakukan melalui penilaian dari TÜV Rheinland, lembaga pengujian, inspeksi, dan sertifikasi independen yang diakui secara global. Robot Humanoid AiMOGA Mornine MD (Machinery Safety Directive) mencakup berbagai aspek keselamatan, mulai dari keselamatan mekanis, kelistrikan, hingga sistem fungsional robot. Sementara EN 18031 (Cybersecurity and Data Protection) memastikan sistem keamanan dan perlindungan data pada robot telah memenuhi regulasi Uni Eropa. Mornine menjadi robot humanoid pertama di dunia yang memenuhi standar EN 18031-1:2024 (Cybersecurity) dan EN 18031-2:2024 (Data Protection). Kemudian, sertifikasi CE-RED (Radio Equipment Directive) menguji kompatibilitas elektromagnetik serta stabilitas sinyal pada modul komunikasi robot agar dapat beroperasi secara stabil di lingkungan komersial. Selain sertifikasi dari Uni Eropa, Mornine juga telah mengantongi Sertifikasi FCC (Federal Communications Commission) dari Amerika Serikat yang berkaitan dengan frekuensi radio dan interferensi elektromagnetik pada perangkat komunikasi nirkabel. AiMOGA Lihat Indonesia Punya Potensi Besar AiMOGA melihat Indonesia sebagai salah satu pasar yang memiliki peluang besar untuk pengembangan teknologi robotika. Tidak hanya di sektor otomotif, teknologi robot humanoid juga berpotensi digunakan pada berbagai bidang seperti ritel, layanan kesehatan, layanan publik, hingga kebutuhan operasional yang membutuhkan interaksi langsung antara manusia dan teknologi. Pengalaman penerapan Mornine juga ditampilkan dalam ajang World Robot Conference (WRC) 2026 di Beijing. Dalam acara tersebut, AiMOGA memperlihatkan kemampuan robot yang terhubung secara real-time dengan berbagai lokasi dan skenario penggunaan, mulai dari jalan raya perkotaan, ruang pelayanan publik, hingga jaringan diler otomotif di berbagai negara. Dengan teknologi robotika yang terus berkembang, kehadiran Mornine menjadi salah satu langkah Chery untuk memperluas ekosistem teknologi di luar kendaraan.