Merawat tampilan bodi dan kaca mobil sebenarnya bisa dilakukan sendiri di rumah. Meski begitu, pemilik kendaraan diimbau untuk lebih berhati-hati saat memilih dan mengaplikasikan produk perawatan mandiri, terutama cairan penghilang jamur. Henry, Supervisor Namuda Auto Body Care Specialist yang berlokasi di Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan mengingatkan, para pemilik mobil agar tidak asal dalam mengaplikasikan cairan kimia penghilang jamur secara mandiri. "Pesan saya cuma satu, jangan main obat jamur sembarangan," ujarnya kepada Kompas.com, Senin (14/9/2026). Merusak Mobil Menurut Henry, cairan penghilang jamur umumnya mengandung formula kimia yang cukup keras. Bila diaplikasikan secara asal-asalan tanpa pemahaman yang tepat, cairan tersebut justru berpotensi merusak permukaan kendaraan. Efek negatif dari penggunaan obat jamur yang keliru dapat berdampak langsung pada bodi maupun kaca mobil. Ilustrasi kaca mobil kusam Selain itu, pemilik mobil juga harus merogoh kocek yang cukup dalam untuk perbaikan masalah ini. "Misalnya mobil warna putih, kalau pakai penghilang jamur justru menimbulkan bercak hitam. Kemudian kalau di kaca, terutama mobil Eropa, kalau tidak sesuai pengaplikasiannya akan membuat kaca memutih semua," kata Henry. Teknik yang Aman Meski begitu, Henry tidak menampik bahwa produk penghilang jamur sebenarnya juga menjadi salah satu prosedur standar di salon perawatan kendaraan profesional. Namun, para teknisi di salon mobil telah dibekali pengalaman dan pemahaman mendalam mengenai karakter kimia produk serta teknik pengaplikasian yang aman. "Di salon kita pakai obat jamur, tapi kita sudah pengalaman. Masalahnya aplikasinya saja," tuturnya. Bagi pemilik kendaraan yang ingin tetap merawat mobil secara aman di rumah, Henry menyarankan untuk cukup memanfaatkan produk wax khusus bodi mobil. Langkah ini dinilai jauh lebih aman untuk menjaga kilau cat tanpa memicu risiko kerusakan lapisan luar kendaraan.