Saat ini, perang harga mobil asal China semakin panas di pasar otomotif Tanah Air. Beberapa model bahkan sudah berani dijual dengan kisaran harga Rp 100 jutaan. Great Wall Motor (GWM) justru memilih jalur berbeda. Produsen asal Tiongkok ini tetap percaya diri membanderol produknya dengan kisaran harga yang tinggi, seperti misalnya GWM Tank 500 HEV yang dijual sekitar Rp 1,2 miliar. Padahal, merek otomotif asal Tiongkok lainnya berlomba-lomba menghadirkan mobil murah untuk mengerek penjualan. Namun, GWM justru mengambil posisi premium sejak awal masuk ke Indonesia. Haval H6 HEV dan GWM Tank 500 Strategi ini memang mengundang tanda tanya, apalagi ketika pasar tengah digempur produk murah berlimpah fitur. Terkait hal itu, Bagus Susanto, CEO Inchcape GWM Indonesia, mengatakan bahwa pihaknya tidak sedang mengikuti arus perang harga. Fokus utama GWM justru berada pada kualitas produk dan layanan purna jual yang kuat. “Sebetulnya misi kita adalah memberikan pelayanan kepada konsumen di Indonesia. Pelayanan dalam hal apa? Tentunya dalam hal produk,” ucap Bagus saat ditemui di Jakarta Barat, Rabu (10/12/2025). Ia mencontohkan, GWM Tank 500 HEV dipasarkan sekitar Rp 1,2 miliar, sementara Tank 300 berada di rentang Rp 800 jutaan, serta Tank 300 diesel sekitar Rp 600 jutaan. Meski harga tersebut jauh dari label “murah”, Bagus menyebut respons pasar justru positif. Diler GWM Kembangan “Saat ini kita melihat responsnya sangat positif sekali. Baik Tank 500, 300, maupun mobil listrik Ora 03,” katanya. Menurut Bagus, konsumen tidak lagi terpaku pada harga semata. Sebagian besar pembeli mobil GWM justru mempertimbangkan aspek value for money. “Karena konsumen tidak melihat hanya harga, tapi mereka melihat value for money. Apakah produknya berkualitas? Apakah produknya memberikan fitur-fitur teknologi yang dibutuhkan mereka? Itu yang tentunya yang pertama. Dan itu yang menjadi strategi kita,” ujarnya. Lebih jauh, Bagus menegaskan bahwa survei internal GWM memperlihatkan preferensi konsumen Indonesia yang menempatkan layanan sebagai faktor penting. Bukan sekadar harga murah, tetapi jaminan kenyamanan selama memiliki kendaraan. “Orang membeli mobil itu di Indonesia menurut survei dan feedback yang kita dapatkan, itu bukan soal harga saja, tetapi bagaimana pelayanannya. Fasilitas pelayanannya apa? Apakah ketersediaan suku cadangnya juga dijamin? Bagaimana pelayanannya ketika melakukan maintenance ataupun servis?” kata Bagus. Atas dasar itu, GWM memperluas jaringan diler dan layanan purna jual di berbagai kota. Perluasan jaringan tersebut disebut sebagai upaya menciptakan peace of mind bagi konsumen. “Fokus strategi kita, kita akan memperluas jaringan network kita. Kehadiran strategi network kita itu adalah untuk memberikan peace of mind kepada konsumen,” ucapnya. GWM percaya, dengan produk yang solid, layanan terjamin, serta ketersediaan suku cadang yang aman, konsumen akan bisa menilai apakah harga yang dibayar sepadan. “Kalau soal harga, tentunya konsumen akan mampu melihat value for money. Apakah dengan harga segitu value for money?” kata Bagus. Meski dikenal lewat model premium seperti Tank 500 HEV, GWM tetap menghadirkan produk yang lebih terjangkau untuk memperluas pasar. Mobil listrik Ora 03, misalnya, kini dipasarkan di bawah Rp 500 juta. “Jadi, mobil listrik Ora 03 sekarang harganya Rp 369 juta, jadi di bawah Rp 500 juta,” ujar Bagus. Ke depan, GWM memastikan tetap fokus pada tiga aspek besar, yakni produk, layanan purna jual, dan jaringan. Dengan strategi tersebut, GWM yakin bisa bersaing tanpa perlu terjun dalam perang harga yang kini terjadi di segmen mobil asal China. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang