PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menyampaikan bahwa Gelaran Daihatsu Kumpul Sahabat 2025 berhasil mencatat hasil yang gemilang, melebihi ekspektasi awal. Bukan hanya dari jumlah pengunjung dan penjualan, hal tersebut juga tergambar dari pola keterlibatan komunitas dan karakter wilayah yang disambangi. Promotion Department Head PT ADM, Hari Wicaksono menyebut, hingga pelaksanaan di kota keenam, total pengunjung tercatat sekitar 40.000 orang. Menandakan antusiasme yang besar terhadap para pengguna mobil Daihatsu, komunitas, dan masyarakat setempat. Daihatsu Kumpul Sahabat 2025 di Pontianak, Kalimantan Barat. "Ini jauh melebihi ekspektasi awal kami, sangat luar biasa sehingga besar kemungkinannya untuk dilanjutkan (tahun fiskal 2026)," katanya di Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (18/1/2026). Hari juga menyampaikan, keberhasilan itu juga sejalan dengan kinerja penjualan kendaraan Daihatsu yang bisa mempertahankan posisi ke-2 sebagai merek mobil terlaris di Indonesia selama 17 tahun berturut. Sebab, hingga saat ini mayoritas konsumen pabrikan asal Jepang tersebut merupakan kelas menengah ke bawah dan first time buyer. "Dibandingkan dengan brand lain, komposisi penjualan kita juga lebih kuat di wilayah rural. Aktivitas seperti ini pun berbeda dari brand lain, menunjukkan bahwa Daihatsu memberikan apresiasi serta rasa terima kasih kepada daerah-daerah tempat pelanggan kita berada," ucap Hari. "Bagi kita, ini juga merupakan peluang strategis. Dengan masuk ke daerah dan membangun kebersamaan, kita hadir sebagai bagian dari ekosistem tersebut. Hal ini juga tercermin dari pertumbuhan penjualan pickup yang signifikan," kata dia. Ridwan Setiawan, pelanggan Daihatsu yang telah menggunakan Terios selama 14 tahun Diketahui, sepanjang 2025, Daihatsu membawa Kumpul Sahabat ke 7 daerah, seperti Bitung dan Pontianak. Di Jawa Tengah, kegiatan digelar di Sleman, bukan di pusat Kota Yogyakarta. "Kalau ditanya mengenai transaksi konsumen yang berpindah dari sepeda motor ke mobil, kita sebenarnya tidak terlalu memberikan tekanan terhadap itu karena membeli mobil kan perjalanannya panjang. Paling tidak kita memastikan selalu ada di samping mereka," ucap Hari. Selain jumlah pengunjung, satu hal lain yang menonjol adalah konsistensi kehadiran komunitas. Di setiap kota, kendaraan Daihatsu dari berbagai generasi ikut meramaikan kegiatan. “Setiap kali acara, komunitas selalu hadir. Bahkan mobil-mobil yang hari ini DNA-nya sudah putus itu masih ada dan masih dipakai. Masih ada pencintanya, masih ada komunitasnya,” kata Hari. Ia menambahkan, keterlibatan kendaraan lama menunjukkan relasi yang masih terjaga antara pengguna dan merek. nya masih ada sampai hari ini,” ujar Hari. Bagi Daihatsu, hasil tahun ini menjadi catatan penting untuk membaca dinamika pasar daerah, yang selama ini jarang tercermin dari data penjualan semata. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang